Selebriti dunia rayakan 60 tahun tahta ratu

Sumber gambar, AFP
Ratu Elizabeth II bertemu dengan ratusan tokoh budaya termasuk aktor, penulis dan seniman.
Sir Derek Jacobi, Dame Judi Dench, Sir Paul McCartney dan David Hockney adalah beberapa diantara 850 undangan khusus yang hadir di resepsi untuk memperingati 60 tahun tahta sang ratu atau Diamond Jubilee.
Bono dan Alan Bennett juga tampak di acara yang digelar di Royal Academy London itu bersama penyanyi rap Tinie Tempah.
Ratu berfoto dengan 20 seniman perempuan yang telah mendapat gelar kehormatan "dame" dari Istana Buckingham.
Mereka antara lain penyanyi sopran Dame Kiri Te Kanawa, seniman Dame Paula Rego dan dari bidang seni peran, Dame Joan Plowright, Dame Janet Suzman, Dame Diana Rigg dan Dame Harriet Walter.
Desainer Apple Sir Jonathan Ive juga diundang, hanya beberapa jam setelah menerima gelar kehormatannya.
Para tamu bertepuk tangan saat vokalis U2 Bono memuji Ratu atas kunjungannya ke Republik Irlandia tahun lalu.
Ia berkelakar, "Dan sang Ratu berbicara bahasa Gaelic, saya saja tidak bisa."
Gaelic adalah bahasa asli Irlandia.
Di ruangan lain, Ratu bertemu dengan Dame Shirley Bassey dan aktris Joan Collins.
"Saya adalah pengagumnya," kata Collins. "Saya selalu ingin tahu apa yang ia bawa di tas tangannya."
Pada acara itu Ratu memberikan lima penghargaan khusus Diamond Jubilee kepada "seniman-seniman masa depan" berusia belia.
'Enam puluh tahun yang baik'
Seniman pop Peter Blake, yang merancang sampul album Sergeant Pepper untuk Beatles, mengatakan periode tahta ratu adalah "60 tahun yang menggairahkan" bagi budaya Inggris.

Sumber gambar, AFP
Dame Diana Rigg mengatakan acara tersebut "sangat menyenangkan."
Menjawab pertanyaan mengenai apakah Inggris telah melalui masa keemasan budaya, ia mengatakan, "Saya pikir Inggris terus memperbaiki dan meredefinisi dirinya sendiri.
"Tahun ini sangat spesial, dengan adanya peringatan 60 tahun tahta Ratu dan Olimpiade pada saat bersamaan. Saya rasa Inggris yang baru dan bersinar akan segera muncul."
Dame Vivienne Westwood, yang meraih ketenaran di era musik punk, mengatakan ia telah mengubah pandangannya tentang monarki sejak 1970an.
"Ada saat ketika saya merasa bahwa Ratu mewakili semua kemunafikan politis di Inggris," kata dia. "Saya menyadari monarki berada di atas politik. Saya merasa monarki adalah semen sosial dan pekerjaan yang dilakukan Ratu sangat luar biasa."





























