Perjalanan warga yang pulang ke kampung mereka di Sudan Selatan.
Keterangan gambar, Badan Amal Save the Children mengatakan warga Sudan Selatan sangat rentan terhadap bahaya kelaparan, penyakit dan dieksploitasi, ketika mereka pulang untuk ikut referendum kemerdekaan tanggal 9 Januari.
Keterangan gambar, Puluhan ribu, 77 ribu sejak bulan Oktober, warga sudah kembali ke kampung masing-masing. Wilayah Sudan Selatan kekurangan sekolah, klinik kesehatan dan tempat pengambilan air bersih.
Keterangan gambar, Banyak anak-anak, seperti Mayom yang berusia dua tahun, terpaksa tinggal di jalan-jalan atau tempat penampungan sementara yang padat tanpa pangan dan air bersih.
Keterangan gambar, Di negara bagian Unity saja terdapat 18.000 warga yang pulang. Sebagian keluarga tidak bisa melanjutkan perjalanan dari ibukota wilayah karena jalanan banjir. Mereka ditampung di empat gedung sekolah.
Keterangan gambar, Anak-anak lain berbagi tempat tinggal dan makanan dengan sanak keluarga. Sejumlah keluarga, seperti Deu Ngoh menampung empat keluarga. Tiga puluh dua orang tinggal bersama dia dan tujuh anaknya.
Keterangan gambar, Di Bentiu, lebih dari 7.700 orang mendaftar di empat sekolah yang digunakan sebagai tempat transit. Warga tinggal di kelas-kelas atau halaman sekolah. Jacqueline, ibu beranak empat, mengaku tidak pernah membayangkan tidur di sekolah.
Keterangan gambar, Perempuan yang sedang mengandung khawatir melahirkan di tempat penampungan. Diama Thorn yang sedang hamil sembilan bulan, mengatakan ketika meninggalkan Khartoum dia tidak menyangka harus tinggal dalam kondisi itu.
Keterangan gambar, Bidang pendidikan terganggu karena sekolah-sekolah digunakan sebagai tempat penampungan. Satu sekolah biasanya menampung 300 orang. Save the Children melaporkan ada murid yang terpaksa ujian di bawah pohon.
Keterangan gambar, Anak usia sekolah, seperti Hawa yang berusia 13 tahun, yang meninggalkan Khartoum tidak bisa ikut ujian. Hawa mengatakan: "Saya tidak senang karena tidak bisa ujian. Saya ingin menjadi dokter supaya bisa menyelamatkan jiwa manusia."
Keterangan gambar, Warga yang pulang ini diberi jatah sepetak tanah oleh pemerintah Sudan Selatan untuk bisa memulai kembali hidup mereka. Salah satunya Nyapini yang merasa senang tetapi khawatir karena tidak ada fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai.
Keterangan gambar, Anak dari Sudan Selatan adalah salah satu yang termiskin di dunia. Satu dari tujuh anak meninggal saat balita dan kurang dari 2% tamat SD. Bulan-bulan mendatang akan menjadi tantangan besar bagi warga yang kembali dan juga warga yang sudah ada di sana.