Upaya kaum pemberontak merebut kota Misrata, Libia dari tangan rezim Gaddafi.
Keterangan gambar, Di kota pelabuhan Misrata, Libia, sekelompok pemberontak bertahan melawan gempuran pasukan pro Kolonel Muammar Gaddafi.
Keterangan gambar, Misrata adalah kota terakhir di Libia Barat yang masih dikuasai dan menjadi kancah pertempuran hebat. Juru Foto Alfredo Bini tiba di kota ini dengan kapal nelayan yang membawa pasok bantuan dan merekam suasana di sana dengan kameranya.
Keterangan gambar, Dari laut kota Misrata tampak tenang dan tentram. Namun di daratan, medan pertempuran mencakup seluruh kota, termasuk pusat kota yang kini kosong melompong dan hancur.
Keterangan gambar, Di rumah sakit terlihat banyak bukti pertempuran hebat. Keluarga korban yang luka parah menunggu dengan cemas di samping tempat tidur sementara para dokter bekerja dengan fasilitas terbatas.
Keterangan gambar, Juga terlihat bukti bahwa pertempuran memakan korban warga sipil. Pria ini luka ketika berada di pusat kota, meskipun NATO menerapkan zona larangan terbang yang bertujuan melindungi warga sipil.
Keterangan gambar, Banyak korban yang luka-luka adalah kaum muda, termasuk pria berusia 19 tahun ini.
Keterangan gambar, Banyak warga sipil yang menjadi korban penembak jitu yang bersembunyi di dalam kota, atau akibat pecahan peluru kendali, roket dan senjata yang ditembakkan ke kota ini.
Keterangan gambar, Foto rontgen ini memperlihatkan pecahan peluru di dada seorang pengacara sejak 10 hari lalu, hingga kini dia dalam keadaan koma.
Keterangan gambar, Pusat kota kini benar-benar tidak aman bagi warga sipil, para pemberontak berpatroli di jalan-jalan sementara penembak jitu mengincar orang yang lewat di dua jalan utama kota.
Keterangan gambar, Tidak banyak media internasional yang berada di kota itu karena tidak ada aliran air bersih dan juga pemboman yang terjadi setiap hari.
Keterangan gambar, Di luar medan tempur, anak-anak rumah yatim piatu dirawat di tempat penampungan sementara setelah rumah yatim piatu mereka dibom.
Keterangan gambar, Ribuan pekerja asing terdampar di Misrata, mereka tidak bisa keluar dari kota itu untuk pulang ke negara masing-masing.