Tiga tahun setelah Topan Nargis

Tiga tahun sejak Topan Nargis menerjang Delta Irrawaddy Delta, Birma selatan, upaya untuk bangkit lagi terus dilakukan . (Foto-foto Plan International/Warisara Sornpet)

Anak-anak mengikuti latihan penyelamatan dalam bencana
Keterangan gambar, Tiga tahun sejak Topan Nargis menerjang Delta Irrawaddy, Birma selatan, upaya membangun kembali daerah itu terus dilakukan . (Foto-foto Plan International/Warisara Sornpet)
Anak-anak madi di sungai
Keterangan gambar, Topan menghantam Birma pada 2 Mei 2008 dan menyebabkan banjir besar di daerah-daerah dataran rendah. Jumlah korban tewas versi pemerintah tercatat 138.000 orang tetapi banyak kalangan yakin jumlah sebenarnya lebih besar.
Daw Tin Tin Myu
Keterangan gambar, Labutta tercatat sebagai daerah yang paling parah diterjang topan. Daw Tin Tin Myu, seorang kepala sekolah setempat, menunjukkan foto murid-muridnya. Mereka sebelumnya berjumlah 35 orang tetapi 28 di antaranya tewas akibat topan.
Dua kakak beradik kehilangan orang tua
Keterangan gambar, Dua kakak beradik Zin Mar Oo,13 tahun dan Zin Mar Htet, 10 tahun, kehilangan kedua orang tua, adik laki-laki, dan nenek mereka. Zin Mar Htet mengatakan dia melarang adik laki-lakinya ikut bermain ketika terjadi topan - dan bila tidak dilarang, dia mungkin masih hidup.
Wah Wah bersama neneknya
Keterangan gambar, Wah Wah, 5 tahun tinggal bersama neneknya setelah kedua orang tuanya dan kakaknya meninggal dunia. Wah Wah berlindung bersama neneknya di kuil ketika topan menerjang, sedangkan kedua orang tuanya bekerja di ladang.
Seorang anak bermain di pusat rehabilitasi
Keterangan gambar, Beberapa LSM membantu pembangunan kembali. Anak ini sedang bermain di pusat bermain yang disponsori oleh Plan International. Anak-anak diharapkan bisa hidup normal di tengah upaya pemulihan.
Anak-anak melakukan meditasi di Labutta
Keterangan gambar, Di sekolah-sekolah, anak-anak diajari melakukan meditasi. Sang kepala sekolah Daw Tin Tin Myu mengatakan meditasi membantu mereka menerima kenyataan dan memusatkan diri pada kondisi sekarang.
Yar Zar di sekolah
Keterangan gambar, Yar Zar Soe, 13 tahun, mempunyai tujuh saudara tetapi hanya satu yang selamat dari amukan Topan Nargis. Soe bercita-cita menjadi dokter suatu hari kelak.
Belajar dengan penerangan lilin
Keterangan gambar, Siswa sekolah menengah atas ini juga mempunyai cita-cita tinggi. Dia belajar untuk persiapan ujian masuk universitas dengan penerangan lilin. Banyak rumah di Birma belum dialiri listrik.