Karikatur pemberontak olok-olok Gaddafi

Karya seni karikatur di kota Benghazi yang dikuasai pemberontak Libia mengolok-olok Kolonel Muammar Gaddafi. Foto-foto: Rory Mulholland.

Berbagai seni karikatur coretan dinding yang muncul di berbagai tempat di kota Benghazi yang dikuasai pemberontak Libia mengolok-olok pemimpin Libia Muammar Gaddafi yang sudah berkuasa selama 40 tahun.
Keterangan gambar, Berbagai seni karikatur coretan dinding yang muncul di berbagai tempat di kota Benghazi yang dikuasai pemberontak Libia mengolok-olok pemimpin Libia Muammar Gaddafi yang sudah berkuasa selama 40 tahun.
Sebagian besar bertema "Bebaskan Libia". Banyak diantaranya yang menggambarkan Gaddafi sebagai pemimpin yang haus darah dan merampok rakyatnya sendiri.
Keterangan gambar, Sebagian besar bertema "Bebaskan Libia". Banyak diantaranya yang menggambarkan Gaddafi sebagai pemimpin yang haus darah dan merampok rakyatnya sendiri.
Para artis coretan dinding tampaknya memilih untuk menargetkan pemimpin Libia yang flamboyan ini.
Keterangan gambar, Para artis coretan dinding tampaknya memilih untuk menargetkan pemimpin Libia yang flamboyan ini.
Ada juga yang menuliskan kisah mereka yang sedih akan keadaan di negara itu.
Keterangan gambar, Ada juga yang menuliskan kisah mereka yang sedih akan keadaan di negara itu.
Bagi seorang anak muda bernama Qais al-Halali coretannya membuat dia kehilangan nyawa. Qais sudah diperingatkan pihak berwenang agar berhenti mengolok-olok Gaddafi, tetapi dia menolak. Bulan Maret lalu dia ditembak mati oleh polisi. Kawan-kawannya sekarang membuat coretan dinding untuk menghormatinya.
Keterangan gambar, Bagi seorang anak muda bernama Qais al-Halali coretannya membuat dia kehilangan nyawa. Qais sudah diperingatkan pihak berwenang agar berhenti mengolok-olok Gaddafi, tetapi dia menolak. Bulan Maret lalu dia ditembak mati oleh polisi. Kawan-kawannya sekarang membuat coretan dinding untuk menghormatinya.