Kam pengungsi Kenya

Dadaab, kam pengungsi terbesar di dunia di Kenya timur, menerima sekitar 1.000 orang setiap hari dari Somalia dan Ethiophia untuk mencari makanan dan air. Kam pengungsi ini memerlukan bantuan internasional.

Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Kekeringan panjang menyebabkan krisis pangan di daerah Tanduk Afrika, mencakup Kenya, Ethiophia, Djibouti, dan Somalia. Kondisi cuaca di Pasifik menyebabkan kekeringan dan hujan diperkirakan baru turun bulan September.
Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Seorang juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan kepada BBC kam transit akan dididirkan di Liboi untuk memberikan bantuan langsung kepada pengungsi yang melintas dari perbatasan.
Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Sanak saudara berkumpul di depan jenazah Aden Ibrahim yang berusia empat tahun. Ia akan dimakamkan di kam Ifo II, di luar Dadaab, Kenya pada 12 Juli 2011. Dokter tidak mampu menyelamatkan Aden yang meninggal karena diare dan dehidrasi.
Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Sejak awal 2011, sekitar 15.000 warga Somalia melarikan diri ke Kenya dan Ethiopia untuk mencari makanan dan air.
Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Anak-anak balita sangat rentan terhadap gangguan gizi dan penyakit. Aden Salaad memandang ibunya saat dimandikan di bak yang disediakan rumah sakit Dokter Tanpa Batas (Doctors Without Border).
Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Anak-anak mengalami dehidrasi dan kekuarangan gizi saat tiba di kam pengungsi. Banyak di antara mereka meninggal hanya satu hari setelah tiba.
Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Satu keluarga membangun rumah begitu tiba di kam pengungsi Dagahaley di Dadaab pada 10 Juli 2011. Lebih dari 360.000 orang diperkirakan tinggal di Dadaab, kam pengungsi terbesar di dunia.
Kam pengungsi di Kenya
Keterangan gambar, Komisaris badan pengungsi PBB (UNHCR) Antonio Guterres, di tengah memakan baju putih, bersama staf lain berkunjung ke kam Dagahaley, di luar Dadaab, Kenya.