Konferensi masa depan Libia

Delegasi tingkat tinggi dari sekitar 60 negara menghadiri konferensi di Paris, Kamis (1/9) mengenai masa depan Libia.

Sarkozy menyambut Hillary Clinton
Keterangan gambar, Pejabat negara dan delegasi tingkat tinggi dari sekitar 60 negara menghadiri konferensi di Paris untuk membahas masa depan Libia. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy selaku tuan rumah menyambut Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton.
Abdel Jalil dan Nyonya Clinton
Keterangan gambar, Dewan Peralihan Nasional Libia, yang dipimpin Mustafa Abdul Jalil, direncanakan memaparkan rencana mereka. Melalui konferensi ini, mereka berharap ditujukan untuk menggalang dukungan bagi Dewan Peralihan Nasional.
David Cameron dan Sarkozy
Keterangan gambar, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengadakan pertemuan dengan Presiden Nicolas Sarkozy di Istana Elysee, Paris, menjelang konferensi. Para pejabat negara dan pejabat tinggi membicarakan cara-cara mendukung oposisi Libia pasca Kolonel Gaddafi.
Emir Qatar
Keterangan gambar, Konferensi juga dihadiri sejumlah pemimpin negara-negara Arab, antara lain Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani. Cina dan Rusia yang sebelumnya menentang keterlibatan NATO di Libia, turut menghadiri konferensi ini.
Warga Libia antri bensin
Keterangan gambar, Menjelang pembukaan konferensi di Paris, Uni Eropa mengumumkan telah mencabut sanksi terhadap 28 perusahaan Libia guna membantu menopang perekonomian Libia. Di lapangan, warga masih harus antri membeli bensin.
Warga Libia antri membeli roti
Keterangan gambar, Warga di ibu kota Libia, Tripoli, juga harus antri membeli roti di tengah kekurangan pangan menyusul pertempuran selama berhari-hari.