Sekilas kehidupan di Rangoon

Setelah puluhan tahun dicengkeram rezim militer, Burma mulai menempuh reformasi dan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi akan ikut pemilu.

Hillary Clinton dan Aung San Suu Kyi
Keterangan gambar, Menteri Luar Negeri Clinton berkunjung ke Burma dan bertemu tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi. Kunjungan pejabat senior AS dalam waktu 50 tahun belakangan sebagai wujud dukungan atas reformasi politik Burma.
Poster Aung San Suu Kyi
Keterangan gambar, Poster Aung San Suu Kyi sudah bisa ditemukan di jalanan Rangoon, setelah pemerintah sipil terbentuk lewat pemilihan umum 2010.
Pasar di Rangoon
Keterangan gambar, Di bawah pemerintahan Presiden Thein Sein -yang didukung militer- Burma mulai melepaskan ratusan tahanan politik. Sementara itu ASEAN sepakat memberi jabatan Ketua ASEAN pada tahun 2014.
Pasar di Rangoon
Keterangan gambar, Rezim militer berkuasa di Burma sejak mereka menggulingkan Perdana Menteri U Nu pada tahun 1962. Di bawah kekuasaan militer, Burma menutup diri dari dunia internasional.
Rumah susun di Rangoon
Keterangan gambar, Negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi atas Burma sebagai tekanan kepada rezim militer yang dinilai memiliki catatan buruk di bidang hak asasi manusia. Hingga kini sanksi ekonomi tersebut masih belum dicabut.
Anak-anak bermain di rel kereta api
Keterangan gambar, Kunjungan Hillary Clinton ke Burma diharapkan menjadi langkah awal dari upaya pencabutan sanksi ekonomi negara-negara Barat atas Burma, walau Clinton tidak menyinggung masalah itu ketika berada di Burma.
Tukang beca menunggu sewa di Rangoon
Keterangan gambar, Dengan penduduk 50,5 juta, Burma masuk dalam negara berpenghasilan rendah versi Bank Dunia dengan pendatapan per kapita US$995 pada 2009.
Salah satu sudut perumahan di Rangoon
Keterangan gambar, Selain mengandalkan sumber daya alam -seperti kayu, minyak, dan gas- Burma juga mengembangkan industri pariwisata. Sejumlah turis kelas atas mulai datang ke Burma, bukan hanya turis petualangan saja.
Rumah penduduk di Rangoon
Keterangan gambar, Walau sudah menempuh reformasi, banyak pengamat mengharapkan laju reformasi lebih dipercepat demi kesejahteraan warga Burma.