Keputusan GP Bahrain akan segera keluar

Bos Formula 1 Bernie Ecclestone mengatakan keputusan jadwal baru GP Bahrain akan diambil sebelum musim balap tahun ini dimulai di Australia tanggal 27 Maret.
GP Bahrain tanggal 13 Maret sedianya merupakan balapan pembuka musim balap namun dibatalkan karena aksi protes rakyat terjadi di negara itu.
"Satu keputusan akan diambil sebelum musim balap dimulai," ujar Eccleston.
"Dewan Dunia FIA akan bertemu awal Maret dan mempelajari situasinya."
Dengan demikian GP Australia di Melbourne menjadi GP pertama musim balap 2011, setelah Putera Mahkota Bahrain, Sheikh Salman bin Hamad al-Khalifa, membatalkan GP Bahrain di sirkuit Sakhir agar pemerintah negara itu bisa memusatkan perhatian pada "kepentingan nasional".
Jadwal baru
Akan tetapi, Ecclestone masih mencoba menjadwal ulang GP Bahrain sehingga bisa diadakan di tanggal berbeda.
"Untuk melakukan itu FIA harus mengubah kalender, dan Bahrain harus meminta satu waktu penyelenggaraan baru," ujar Ecclestone seperti dikutip situs resmi Formula 1.

"Saya sudah berbicara dengan presiden FIA Jean Todt mengenai kemungkinan mencari tanggal baru."
Formula 1 sedang mempersiapkan musim balap paling panjang, dengan 20 GP yang memenuhi jadwal mulai bulan Maret hingga GP terakhir di Brasil tanggal 27 November.
<link type="page"><caption> Bos tim Red Bull </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2011/02/110225_redbullschedulle.shtml" platform="highweb"/></link>minggu lalu mengatakan memasukkan GP Bahrain dalam jadwal yang padat ini akan menjadi "satu tantangan.
Waktu jeda selama tiga minggu dimana seluruh tim menghentikan kegiatan di pabrik mereka selama dua minggu, menjadi satu pilihan yang paling jelas.
Akan tetapi, <link type="page"><caption> Ecclestone sudah menolak usul</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/olahraga/2011/02/110220_f1bahrainsports.shtml" platform="highweb"/></link> sejumlah tim bahwa akan jauh lebih mudah memindahkan GP ke 20 itu ke Eropa.
"Kita tidak perlu GP alternatif di Eropa atau tempat lain," tegasnya. "Kita memerlukan balapan di Bahrain.
"Jika Putera Mahkota berpendapat negaranya mampu menjadi tuan rumah balapan Formula 1 kami akan kembali ke Bahrain.
"Saya pikir tim Formula 1 bis menerima untuk bisa berlaga di Bahrain selama jeda bulan Agustus, meskipun suhunya tinggi, karena hanya dengan cara ini kita bisa mendukung negara itu."





























