FIFA selidiki enam petugas pertandingan

Pengaturan skor diduga terjadi dalam pertandingan Bolivia kontra Latvia ini.

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Pengaturan skor diduga terjadi dalam pertandingan Bolivia kontra Latvia ini.

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) memulai penyelidikan atas enam petugas pertandingan yang diduga terlibat dalam pengaturan skor dua pertandingan internasional, Februari lalu.

Dua pertandingan itu adalah Bolivia melawan Latvia serta Estonia menghadapi Bulgaria. Dalam dua pertandingan yang digelar di Turki itu terjadi tujuh gol yang semuanya diciptakan dari titik penalti.

Para official dari empat negara yang bertanding mempertanyakan pertandingan itu kepada FIFA dan UEFA dan meminta identitas para petugas FIFA dalam pertandingan itu.

Munculnya pola taruhan sepakbola yang tak lazim membuat investigasi semakin diperlukan.

"FIFA memulai proses pemberian sanksi disiplin untuk enam petugasnya terkait pertandingan persahabatan internasional antara Bolivia-Latvia dan Estonia-Bulgaria di Antalya, Turki, 9 Februari 2011," demikian pernyataan dari FIFA.

"Proses ini dilakukan setelah mengevaluasi semua dokumentasi dan informasi yang diterima FIFA dalam kaitan kemungkinan adanya pengaturan skor dalam kedua pertandingan itu Komite Disiplin FIFA akan bertanggung jawab dalam masalah ini," lanjut FIFA.

FIFA meminta detail pertandingan pada 12 februari lalu dan melakukan investigasi dengan bantuan sistem peringatan dininya yang memantau pola-pola taruhan judi sepakbola.

Wasit asal Hungaria Lazslo Vaigner sudah dinonaktifkan dan tiga pembantu wasit yang juga asal Hungaria sedang diselidiki perannya.

Sementara itu, juru bicara Persatuan Sepakbola Estonia Mihkel Uiboleht mengakui adanya keprihatinan atas kemungkinan adanya pengaturan skor.

"Pertandingan persahabatan itu dikelola sebuah agensi. Dan kami sudah tidak bekerja sama dengan agensi itu," kata Mihkel.

Agensi yang dimaksud Mihkel itu adalah Footy Sport Internasional sebuah perusahaan asal Thailand. Perusahaan ini menjadi agen pertandingan di Eropa melalui perantaraan sebuah perusahaan Rusia.

"Kami menerima informasi kemungkinan manipulasi sebelum pertandingan digelar. Apalagi agensi yang sama juga menggelar pertandingan antara Latvia dan Bolivia. Ada skenario yang sama di pertandingan itu," tambah dia.