Hamam janjikan Fifa yang terbuka

Mohamed Bin Hammam

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Mohamed Bin Hammam akan menjadi orang Asia pertama jika ia terpilih sebagai Presiden Fifa nanti.

Salah satu kandidat Presiden FIFA, Mohamed Bin Hammam menjanjikan keterbukaan dalam proses penentuan tuan rumah piala dunia jika dia terpilih nanti.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Bin Hammam mengatakan FIFA perlu lebih terbuka dalam menggelar proses tersebut.

Namun dia tidak mengatakan bahwa FIFA melakukan korupsi dalam proses terdahulu.

"Kita perlu menjelaskan proses pengambilan keputusan tersebut - mereka mengambil keputusan yang mempengaruhi jutaan orang," katanya kepada Editor Olahraga BBC, David Bond.

"Kami ini milik semua orang-dan bertindak atas kepentingan mereka."

Sebelumnya Presiden FIFA mendapat sorotan tajam sesaat setelah FIFA memutuskan penyelenggaraan Piala Dunia 2018 dan 2022 yang diputuskan berlangsung di Rusia dan Qatar.

Bela Qatar

Ada sejumlah tuduhan korupsi dalam proses penentuan itu, tuduhan itu mengakibatkan dua anggota komite esksekutif FIFA harus dinonaktifkan sementara empat pejabat lainnya telah dikenai sanksi.

Hammam mengatakan FIFA harusnya bisa melakukan cara yang lebih terbuka.

Menurutnya jika hal tersebut dilakukan oleh FIFA maka publik akan lebih percaya terhadap hasil yang disampaikan oleh organisasi sepakbola dunia tersebut.

Meski dia mengkritik proses penunjukan itu namun dia tidak melihat Qatar melakukan sesuatu yang salah saat mengikutinya.

Dia mengatakan keputusan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 sudah 'tepat' dan 'dihormati oleh dunia'.

Proses pemilihan Presiden FIFA rencananya akan digelar dalam penyelenggaraan kongres di Zurch, Swiss yang akan berlangsung selama dua hari dan akan dimulai pada 31 Mei mendatang.