Polisi Turki menggerebek tersangka pengaturan hasil

Sumber gambar, Reuters
Presiden klub utama Turki, Fenerbahce, termasuk dalam 30 orang yang ditangkap polisi karena dugaan mengatur hasil pertandingan.
Kantor berita resmi Turki, Anatolia, menyebtukan Aziz Yildirim ditangkap Minggu (3 Juli) bersama dengan wakilnya dan seorang pejabat dari klub Eskisehirspor.
Selain para petinggi klub tersebut, beberapa pemain juga ditangkap, termasuk dua pemai tim nasional Turki.
Kepolisian melakukan penyelidikan atas kantor pusat Fenerbahce.
Sedangkan wakil presiden Trabzonspor, Nevzat Sakar, membantah laporan yang menyebut dia juga ditangkap.
Berlangsung di 12 kota
Anatolia secara rinci menyebut Aziz Yildirim ditangkap bersama wakil preside Fenerbahce, Sekip Mosturoglu, dan direktur tehnik Eskisehirspor, Umit Karan.
Sedangkan dua pemain yang disebut namanya adalah penyerang klub Genclerbirligi, Serkan Calik, penjaga gawang Ankaragucu, Serdar Kulbilge.
Kantor berita itu juga menyebutkan bahwa penangkapan itu berlangsung secara bersamaan di 12 kota.
Fenerbahce yang bermarkas di Istanbul merupakan juara Liga Turki pada musim yang baru lalu.
Stasun TV Turki, NTV, melaporkan penangkapan berkaitan dengan penyelidikan atas dugaan pengaturan hasil pertandingan dalam pertandingan Liga Turki.
Sementara itu kantor berita Dogan menyebutkan bahwa pertandingan final Liga Turki musim lalu -dengan kemenangan Fenerbahce 4-3 atas Svasspor- merupakan salah satu yang diselidiki.
Sejauh ini situs internet Fenerbahce tidak memberikan komentar apapun atas berita penangkapan presiden dan wakil presidennya.
Komentar PM
Tahun lalu kepolisian juga menangkap sejumlah orang dalam kasus pengaturan hasil pertandingan namun penangkapan kali ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi klub.
Kantor berita Reuters mengutip pernyataan Federasi Sepakbola Turki yang mengamati perkembangan ini dengan seksama dan baru akan memberi pernyataan jika informasi yang akurat sudah diterima dari pihak berwenang.
Minggu 3 Juli , Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, sudah memberi komentar atas dugaan yang menimpa sepak bola, yang merupakan cabang olahraga paling populer di Turki.
"Sistem peradilan sudah mengambil keputusan dan mulai melakukan penyelidikan dan saya harap tidak ada konsekuensi yang besar," tuturnya seperti dikutip Reuters.
Sementara itu Wakil Perdana Menteri, Bulent Arinc, melihat penyelidikan ini sebagai petunjuk dari arah perjalanan Turki menuju negara hukum yang sebenarnya.
Jika dugaan ini dibawa ke pengadilan dan para tersangka terbukti bersalah, maka mereka diancam dengan hukuman penjara dan kemungkinan tim yang terlibat akan direlegasi.





























