Adakah angin perubahan di tubuh FIFA?

Sumber gambar, Reuters
Sepp Blatter pasti puas.
Dengan komite etik FIFA menjatuhkan hukuman skors seumur hidup kepada Mohamed Bin Hammam, yang sempat menjadi pesaing dalam pemilihan presiden FIFA, Blatter merasa janji untuk kembali membawa FIFA ke arah yang menurutnya benar mulai terpenuhi.
Tetapi kalau FIFA ingin meraih kembali otoritas moral untuk memimpin dunia persepakbolaan, maka keputusan untuk menskors Bin Hammam dengan tuduhan menyuap harus menjadi titik awal era baru organisasi itu.
Karena seperti ditulis oleh sekjen Interpol Ronald K Noble di New York Times belum lama ini yang menyebut ''kepercayaan publik akan kemampuan FIFA untuk mengawasi dirinya sendiri saat ini sangat rendah.'' Padahal pada saat bersamaan ancaman pengaturan skor dalam pertandingan sedang gencar-gencarnya.

























