Badan Geologi Minta Warga Patuhi Radius Bahaya Gunung Soputan di Minahasa Tenggara
Badan Geologi, Kementerian ESDM, mendesak masyarakat mematuhi radius bahaya Gunung Soputan di Minahasa Tenggara. Ketahui rekomendasi terbaru terkait aktivitas vulkanik demi keselamatan.

Badan Geologi, di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meminta masyarakat mematuhi radius bahayaGunung Soputan. Gunung berapi ini terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Permintaan ini disampaikan untuk menjaga keselamatan warga di sekitar area potensi bencana.
Hingga tanggal 31 Desember 2025, tingkat aktivitas Gunung Soputan berada pada Level II (Waspada). Laporan evaluasi aktivitas gunung menunjukkan adanya potensi bahaya yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, rekomendasi terkini telah disesuaikan dengan ancaman bahaya yang ada.
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam laporannya, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi ini. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan risiko dampak erupsi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Potensi Bahaya dan Rekomendasi Keselamatan
Lana Saria menjelaskan bahwa potensi bahaya dari aktivitas Gunung Soputan saat ini meliputi lontaran serta aliran atau guguran lava maupun piroklastik. Selain itu, jika terjadi erupsi, potensi bahaya sekunder berupa lahar dapat terjadi di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Soputan.
Untuk menjaga keselamatan, masyarakat di sekitar Gunung Soputan, termasuk pengunjung, wisatawan, dan pendaki, diimbau tidak beraktivitas. Larangan ini berlaku di dalam radius 1,5 kilometer dari puncak serta area sektoral sejauh 2,5 kilometer dari puncak ke arah lereng barat hingga barat laut.
Masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di sekitar Gunung Soputan juga senantiasa diminta untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Persiapan ini penting guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu jika erupsi terjadi.
Selain itu, masyarakat diharapkan mewaspadai potensi ancaman lahar, terutama ketika musim hujan. Beberapa sungai yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang, dan Londola Kelewahu.
Pemantauan Aktivitas Vulkanik Terkini
Berdasarkan pengamatan instrumental selama periode 16 hingga 31 Desember 2025, kegempaan Gunung Soputan didominasi oleh gempa tektonik jauh. Seismograf telah merekam sebanyak 43 kali kejadian gempa tektonik jauh dalam periode tersebut.
Selain gempa tektonik jauh, tercatat pula 11 kali gempa guguran dan 17 kali gempa vulkanik dangkal. Ada juga sembilan kali gempa vulkanik dalam serta dua kali gempa tektonik lokal yang terekam.
Dalam periode pengamatan yang sama, seismograf juga mencatat satu kali gempa terasa. Data-data ini memberikan gambaran komprehensif mengenai pergerakan dan aktivitas di dalam tubuh gunung.
Sementara itu, berdasarkan data pengamatan visual, guguran masih tidak teramati dari puncak Gunung Soputan. Tinggi asap kawah rata-rata juga masih berada di bawah 100 meter dari puncak, menunjukkan kondisi permukaan yang relatif stabil.
Perubahan Status Gunung Soputan
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan penyesuaian status Gunung Soputan sebelumnya. Pada tanggal 8 Oktober 2019, pukul 16.00 Wita, status gunung diturunkan.
Penurunan status tersebut adalah dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II). Keputusan ini didasarkan pada hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh terhadap data aktivitas vulkanik gunung.
Meskipun statusnya Waspada, masyarakat tetap diminta untuk mematuhi semua rekomendasi yang berlaku. Kepatuhan terhadap radius bahaya Gunung Soputan sangat krusial untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)









