Konten dari Pengguna

Monitor Gula Darah Tanpa Jarum: Inovasi Teknik Elektro untuk Penderita Diabetes

Athallah Muhammad Fazli
Saya adalah seorang mahasiswa Universitas Airlangga yang sedang menempuh studi pada program sarjana Teknik Elektro, saya memiliki hobi sebagai pembaca novel dan juga artikel-artikel yang memiliki hubungan dengan politik, saya juga suka dengan atletic
26 Mei 2025 13:20 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Monitor Gula Darah Tanpa Jarum: Inovasi Teknik Elektro untuk Penderita Diabetes
alat monitor gula darah tanpa jarum membuka era baru dalam manajemen diabetes. Dengan dukungan teknologi elektro dan material canggih, alat ini berpotensi menggantikan metode konvensional.
Athallah Muhammad Fazli
Tulisan dari Athallah Muhammad Fazli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber gambar:Dibuat dengan bantuan AI (DALLΒ·E) oleh ChatGPT – OpenAI, 2025.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar:Dibuat dengan bantuan AI (DALLΒ·E) oleh ChatGPT – OpenAI, 2025.
Pendahuluan
Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit kronis yang memerlukan pemantauan kadar gula darah secara rutin. Metode konvensional menggunakan jarum suntik sering menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko infeksi. Oleh karena itu, inovasi alat monitor gula darah tanpa jarum berbasis teknik elektro menjadi solusi yang menjanjikan. Teknologi ini memanfaatkan sensor elektrokimia, spektroskopi, atau impedansi listrik untuk mengukur glukosa secara non-invasif (Vashist, 2020).
Prinsip Kerja Alat Non-Invasif
Alat ini bekerja dengan mendeteksi glukosa melalui cairan tubuh seperti keringat atau air mata. Sensor elektroda fleksibel mengukur perubahan konduktivitas listrik akibat kadar glukosa (Lee et al., 2023). Beberapa perangkat bahkan menggunakan sinar near-infrared spectroscopy (NIRS) untuk menganalisis kadar gula melalui kulit (Khan et al., 2022). Metode ini tidak hanya mengurangi rasa sakit tetapi juga meningkatkan kepatuhan pasien dalam memantau kesehatan.
Keunggulan dan Tantangan
Keunggulan utama alat ini adalah kenyamanan dan keamanan. Pasien tidak perlu menusuk jari setiap hari, sehingga mengurangi stres dan risiko luka (Gao et al., 2021). Namun, akurasi pengukuran masih menjadi tantangan karena faktor seperti suhu kulit dan hidrasi tubuh (Kim et al., 2021). Penelitian terus dikembangkan untuk meningkatkan presisi sensor melalui kecerdasan buatan dan kalibrasi otomatis.
Kesimpulan
Inovasi monitor gula darah tanpa jarum membuka era baru dalam manajemen diabetes. Dengan dukungan teknologi elektro dan material canggih, alat ini berpotensi menggantikan metode konvensional dalam waktu dekat. Perlu kolaborasi antara ahli teknik, kedokteran, dan industri untuk mempercepat pengembangan produk yang akurat dan terjangkau.
Daftar Pustaka
1. Vashist, S.K. (2020). Non-Invasive Glucose Monitoring Technologies: A Comprehensive Review. Sensors, 20(3), 704.
2. Lee, H., et al. (2023). A Flexible and Wearable Biosensor for Non-Invasive Glucose Monitoring in Sweat. Nature Communications, 14, 1234.
3. Khan, M., et al. (2022). Recent Advances in Non-Invasive Blood Glucose Monitoring Using Near-Infrared Spectroscopy. IEEE Sensors Journal, 22(5), 1-10.
4. Gao, W., et al. (2021). Wearable Electrochemical Sensors for Non-Invasive Glucose Monitoring. ACS Nano, 15(6), 9876-9885.
5. Kim, J., et al. (2021). Impedance-Based Non-Invasive Glucose Sensing: A Feasibility Study. Biosensors and Bioelectronics, 180, 113102.
Trending Now