Asyifa Si Jago Admin yang Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone
9 Desember 2025 23:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Asyifa Si Jago Admin yang Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone
Paman dari Asyifa, Suhendi, tak menyangka keponakannya menjadi salah satu korban yang meninggal dunia imbas kebakaran gedung Terra Drone, Jakarta Pusat.kumparanNEWS


Paman dari Asyifa, Suhendi, tak menyangka keponakannya menjadi salah satu korban yang meninggal dunia imbas kebakaran gedung Terra Drone, Jakarta Pusat.
Suhendi bercerita, awalnya ia menerima kabar adanya musibah kecelakaan dari orang tua Asyifa. Saat itu, ia mengira keponakannya mengalami kecelakaan sepeda motor.
"[Terima informasi] tadi jam 3, ayahnya telepon. Ngabarin musibah, saya pikir kecelakaan motor, dia kan naik motor. Begitu saya telepon balik, [ternyata] kecelakaan kebakaran," ujar Suhendi kepada wartawan, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12).
"Saya enggak tahu ada kebakaran di sini [Gedung Terra Drone], kan. Ternyata anak saya, saya teleponin semua, carilah di YouTube, di ini, benar, [kemudian] saya sebar ke keluarga semua, kan," jelas dia.
Setelah menerima kabar itu, Suhendi pun langsung bertolak menuju Gedung Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Karamat Jati, Jakarta Timur.
Ia pun mengenang Asyifa sebagai sosok yang rajin dan cerdas, khususnya dalam mengelola urusan administrasi perkantoran. Saat itu, Asyifa sempat membantu di perusahaan miliknya hingga lulus.
"Itu kan anak saya, ya, jadi ponakan itu anak. Ya dulu kuliah bantu perusahaan saya, bantu admin lah. Sampai dia lulus, setahun yang lalu kan," tutur dia.
"Beliau itu, almarhum jago adminnya. Pajaknya jago, andalan saya dulu. Makanya cepat bisa diterima, orang admin," imbuhnya.
Setelah lulus, kata Suhendi, Asyifa pun dipersilakan untuk mencari kerja di tempat lain. Anak kedua dari tiga bersaudara itu kemudian memilih untuk melamar kerja di Terra Drone.
"Setelah wisuda baru ngelamar ke sini [Terra Drone]. Kerja di sini kurang lebih hampir 2 tahun, ya," kata Suhendi.
"Karena semenjak setelah wisuda tahun, dia kan kelahiran [tahun] 2000, ya, jadi kira-kira sekitar setahun setengah lah kerja di sini," terangnya.
Hingga saat ini, Suhendi masih menunggu proses identifikasi di posko antemortem.
"Iya katanya gitu, katanya sih tes DNA juga katanya. Saya sama mungkin bisa juga, eh maminya ada," pungkas dia.
