Indonesia Prihatin dengan Kondisi Suriah, Kecam Serangan Israel ke Damaskus

17 Juli 2025 11:55 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indonesia Prihatin dengan Kondisi Suriah, Kecam Serangan Israel ke Damaskus
Indonesia mengecam intervensi militer Israel terhadap Suriah, negara tetangganya tersebut.
kumparanNEWS
Suasana bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke markas besar militer dan kementerian pertahanan Suriah di Damaskus, Suriah, Rabu (16/7/2025). Foto: Bakr Alkasem/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Suasana bangunan yang hancur akibat serangan Israel ke markas besar militer dan kementerian pertahanan Suriah di Damaskus, Suriah, Rabu (16/7/2025). Foto: Bakr Alkasem/AFP
Pemerintah RI lewat Kementerian Luar Negeri prihatin atas serangan Israel ke Damaskus, Suriah, pada Rabu (15/7) kemarin. Kemlu mengecam tindakan Israel terhadap negara tetangganya tersebut.
Terkait serangan ke Suriah, Israel berdalih itu sebagai dukungan dan pelindungan terhadap kelompok minoritas Druze. Serangan Israel menargetkan mabes militer sampai Kemhan Suriah.
Druze adalah pihak yang terlibat pertempuran dengan milisi bersenjata di Suriah. Imbas pertempuran itu, Druze juga bertempur melawan tentara Suriah. Saat ini gencatan senjata sementara Druze dengan militer Suriah sudah terwujud.
Apa yang terjadi dengan Suriah sampai dengan serangan Israel diperhatikan Kemlu RI. Mereka menyatakan Israel tak menghormati kedaulatan Suriah.
β€œIndonesia prihatin atas memburuknya situasi di Sweida, Suriah, yang telah menimbulkan banyak korban sipil. Indonesia juga mengecam intervensi militer Israel yang tidak menghormati kedaulatan Suriah,” kata Kemlu RI lewat unggahan X, Kamis (17/7).
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa. Foto: Kementerian Media Saudi/via AP Photo
Kemlu menyebut, Indonesia mendukung penuh upaya Pemerintah Suriah menciptakan perdamaian di negaranya. Termasuk penghentian pertempuran permanen antara tentara Suriah dan Druze.
β€œIndonesia menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog damai dan inklusif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Suriah, dengan tetap menjunjung tinggi persatuan nasional serta keutuhan wilayah Suriah,” papar Kemlu.
Ilustrasi Peta Suriah dan Israel. Foto: Shutterstock
Trending Now