Kemendiktisaintek Belum Ada Rencana Lapor Polisi Soal Tudingan Kasus Penamparan
21 Januari 2025 18:28 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kemendiktisaintek Belum Ada Rencana Lapor Polisi Soal Tudingan Kasus Penamparan
Kemendiktisaintek Belum Ada Rencana Lapor Polisi Soal Tudingan Kasus PenamparankumparanNEWS


Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Togar M. Simatupang, menegaskan bahwa pihaknya belum berencana mengambil langkah hukum terkait tudingan kasus penamparan yang diduga dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Satryo Brodjonegoro.
Menteri Satryo sempat didemo oleh pegawainya pada Senin (20/1) kemarin karena disebut sewenang-wenang dan arogan hingga menampar pekerja. Namun malam harinya, kasus ini berakhir damai. ASN Dikti dan Satryo sepakat islah.
“Belum perlu, belum, perlu kita lihat. Jadi kita hanya memantau saja dan mempelajari situasinya,” ujar Togar.
Hal ini disampaikan Togar dalam konferensi pers di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Selasa (21/1).
Isu ini berawal dari spanduk berisi tudingan penamparan yang diduga dilakukan Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek, yang salah satunya berisi narasi “Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar, dan Main Pecat”, serta rekaman audio yang diklaim sebagai bukti kejadian. Namun, tuduhan ini telah dibantah oleh Satryo.
Togar menambahkan bahwa pihaknya akan melapor jika memang isu ini terjadi secara berkelanjutan dan mengganggu ketertiban umum.
“Kalau itu nanti terjadi secara kontinu. Atau ada suatu tanda petik potensi untuk mengganggu ketertiban umum. Dan juga tadi yang Anda sebutkan penyebaran nama baik. Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita harus menyikapi secara bijaksana. Termasuk nanti ya seperti yang Anda sebutkan tadi (melapor kepihak berwajib),” katanya.
Menurut Togar, situasi ini lebih condong kepada pencarian sensasi.
“Kalau secara akal sehat, tentunya kan ini ada pencarian sensasi. Artinya kita sensasi dalam ini. Kenapa nggak dikeluarkan sebelum atau apa gitu, kan? Jadi ini salah satu ya, sensasi glamour gitu ya,” jelasnya.
Ketika ditanya soal dugaan motif di balik penyebaran isu ini, Togar mengaku belum dapat memastikan apakah sumbernya berasal dari internal atau eksternal.
