Korut Kecam Penangkapan Presiden Maduro oleh AS: Aksi yang Jahat dan Brutal
4 Januari 2026 18:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
Korut Kecam Penangkapan Presiden Maduro oleh AS: Aksi yang Jahat dan Brutal
Korea Utara mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. kumparanNEWS


Korea Utara (Korut) mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Langkah itu dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan mencerminkan kejahatan dan kebrutalan.
Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut penangkapan Maduro sebagai tindakan hegemonik Amerika Serikat yang tidak dapat dibenarkan. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita resmi Korut, KCNA, pada Minggu (4/1).
“Kementerian Luar Negeri Pyongyang dengan keras mengecam tindakan Amerika Serikat yang mencari hegemoni dan dilakukan di Venezuela,” ujar seorang juru bicara kementerian, dilansir AFP.
Korut juga menuding insiden ini kembali memperlihatkan karakter Amerika Serikat di mata dunia internasional.
“Insiden ini adalah contoh lain yang dengan jelas kembali menegaskan sifat Amerika Serikat yang jahat dan brutal,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Korut menilai pencopotan Maduro dari kekuasaan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Korut pun menyerukan agar komunitas internasional bersuara menentang tindakan Amerika Serikat.
“Suara-suara protes dan kecaman yang semestinya terhadap pelanggaran kedaulatan negara lain yang sudah menjadi kebiasaan Amerika Serikat,” kata juru bicara kementerian itu.
Penangkapan ini disebut menjadi skenario terburuk bagi kepemimpinan Korut. Selama bertahun-tahun, Pyongyang kerap menuding Washington berupaya menggulingkan pemerintahan yang tidak sejalan dengan kepentingannya.
Korut selama puluhan tahun juga membenarkan pengembangan program nuklir dan rudalnya sebagai upaya pencegah terhadap dugaan agenda perubahan rezim oleh Amerika Serikat. Pyongyang diketahui menjadi salah satu pendukung vokal pemerintahan sosialis Maduro di Caracas.
