Mabes Polri: Kapolda DIY Sudah Lakukan Penyelidikan Kasus Tewasnya Rheza Sendy
1 September 2025 15:47 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Mabes Polri: Kapolda DIY Sudah Lakukan Penyelidikan Kasus Tewasnya Rheza Sendy
Mabes Polri memastikan Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono sudah melakukan penyelidikan terkait kasus meninggalnya Rheza Sendy Pratama.kumparanNEWS


Mabes Polri memastikan Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono sudah melakukan penyelidikan terkait kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama (21). Rheza meninggal dunia dengan kondisi penuh luka saat ikut aksi demo di dekat Polda DIY.
βYa, tadi. Dalam proses inventarisasi dan kemudian konsolidasi, termasuk kalau tidak salah, itu di kejadian di Polda DIY. Pak Kapolda DIY sudah melakukan kegiatan tindakan penyelidikan, dan juga mendatangi orang tua korban,β kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers di Divhumas Polri, Senin (1/9).
Trunoyudo menambahkan, Kapolda DIY juga sudah menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan kepada keluarga korban.
βTentu itu nanti akan disampaikan lebih lanjut, namun demikian, proses itu sudah dilakukan penyelidikan oleh Polda, termasuk beberapa hal lainnya, kita tentu melakukan konsolidasi dan kemudian melihat dari apa kejadian-kejadian ini. Dan kita tunggu perkembangannya secara utuh,β jelasnya.
Menurut Trunoyudo, seluruh Polda akan menyampaikan hasil penyelidikan secara akuntabel. βNanti Polda-Polda juga secara akuntabilitas juga akan menyampaikan,β ujarnya.
Sebelumnya, Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono melayat ke rumah duka Rheza di Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Minggu (31/8). Anggoro datang bersama sejumlah pejabat, termasuk Bupati Sleman.
βKedatangan kami semua sebagai bela sungkawa turut berduka cita atas meninggalnya almarhum saudara Rezha Sendy Pratama. Keluarga menerima kami ketika menyampaikan telah menerima dan ikhlas atas meninggalnya putra beliau,β kata Anggoro saat itu.
Anggoro mengatakan, keluarga Rheza menolak untuk dilakukan ekshumasi. Keluarga Rheza memberikan masukan kepada Polri dalam mengamankan Yogyakarta.
"Agar belajar, tidak lagi ada kesalahan. Ini yang menjadi masukan kepada kami kepolisian untuk memperbaiki diri," katanya.
Anggoro juga mengatakan, pihaknya siap menyelidiki kematian Rezha jika kemudian pihak keluarga berubah pikiran.
"Kalau nanti pihak keluarga di kemudian hari berubah pikiran dan ingin mempertanyakan proses hukum terhadap meninggalnya saudara Rheza kami siap untuk melakukan penyidikan," bebernya.
Selain itu, bila ada masyarakat yang bisa membantu sebagai saksi, Anggoro meminta tak segan menginformasikan ke pihak kepolisian.
Keluarga Tolak Autopsi
Sabtu (30/8) malam, Rheza pamit ke ayahnya hendak ngopi bersama temannya di kawasan Tugu Yogya.
"Saya nyari yang ini (ngajak) tapi belum ketemu anaknya, semalem ngajak ngopi (Rheza) di dekat Tugu itu. Malamnya ngopi minta uang, teman SMK (yang ngajak)," kata ayah Rheza, Yoyon Surono di rumah duka di Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.
Pagi harinya, Yoyon mendapat kabar dari tetangga sembari menunjukkan KTP Rheza. Tetangga mengabarkan Rheza berada di RSUP Dr Sardjito karena terkena gas air mata.
"Saya ke sana anaknya sudah terbujur kayak gitu. Saya tanya yang ngantar siapa katanya cuma dari unit kesehatan polda dua orang," katanya.
Berdasarkan informasi yang Yoyon terima, peristiwa penganiayaan yang menimpa anaknya terjadi di Jalan Ring Road, depan Polda DIY tadi pagi saat demo berlangsung ricuh.
"Keterangan dari si yang antar ada aksi demo yang di sana ini," katanya.
"(Kejadiannya) pagi di depan Polda kayaknya," tuturnya.
Yoyon yang memandikan Rheza mengatakan anaknya mengalami sejumlah luka seperti patah hingga kepala bocor.
"Tadi ikut mandiin, sini (leher) itu kayak patah apa gimana, terus sini (perut kanan) itu bekas pijakan kaki-kaki bekas PDL sepatu, terus sini (tubuh) ada sayatan-sayatan kayak bekas digebuk, terus kepala sini agak bocor, sini (wajah) kayak putih-putih kena gas air mata, sama kaki tangan lecet, punggung lecet," katanya.
Yoyon mengatakan tak ada keterangan lebih lanjut dari rumah sakit soal kekerasan yang dialami Rheza. Sementara keluarga juga menolak autopsi.
"Dari kepolisian minta autopsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan cuma kita dari keluarga sudah pasrah, apa pun yang terjadi ini musibah gitu aja. Jadi kita enggak mau autopsi," jelasnya.
