Menteri Jatah Golkar: Kursi Menpora Ditukar dengan Kursi Menteri P2MI

9 September 2025 10:17 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Jatah Golkar: Kursi Menpora Ditukar dengan Kursi Menteri P2MI
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffel terhadap menteri di Kabinet Merah Putih.
kumparanNEWS
Menteri P2MI Mukhtarudin di Istana Negara Jakarta, Senin (8/9/2025) Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri P2MI Mukhtarudin di Istana Negara Jakarta, Senin (8/9/2025) Foto: Luthfi Humam/kumparan
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle terhadap menteri di Kabinet Merah Putih. Salah satu sorotan adalah posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang sebelumnya diisi kader Golkar, Dito Ariotedjo.
Dalam reshuffle terakhir, Dito resmi dicopot, dan posisinya tidak lagi menjadi jatah bagi Partai Golkar. Hingga kini jabatan Menpora masih kosong.
Presiden Prabowo kemudian menunjuk Mukhtarudin, kader Golkar asal Kalimantan Tengah, untuk menempati kursi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Sebelumnya jabatan itu diisi politikus PKB Abdul Kadir Karding.
Kabarnya, kursi Menpora tak lagi diisi oleh politisi Partai Golkar. Ada 3 sosok yang disiapkan Prabowo untuk mengisi posisi itu.
Terkait hal itu, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan penentuan menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
"Sekali lagi itu hak prerogatif Bapak residen. Kami dari partai hanya merekomendasikan, tapi keputusan tetap pada Bapak Presiden," kata Bahlil di Istana Negara, Senin (8/9).
Menteri P2MI Mukhtarudin di Istana Negara Jakarta, Senin (8/9/2025) Foto: Luthfi Humam/kumparan
Golkar kini memegang kendali di Kementerian P2MI yang dianggap punya peran penting dalam perlindungan jutaan pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Mukhtarudin merupakan politikus Golkar. Pria kelahiran Pangkalan Bun 11 Maret 1965 tersebut saat ini bertugas di Komisi VII DPR RI dari Dapil Kalimantan Tengah.
Sebelum menjadi anggota DPR RI, Mukhtarudin pernah menjadi staf pengajar di STIE Nusantara. Dia juga merupakan salah seorang inisiator dan pendiri Universitas Antakusuma dan menjadi anggota Yayasan Kotawaringin, yang merupakan yayasan hasil merger Yayasan Pembinaan Pendidikan Beringin (STIE) dan Yayasan Pendidikan Kotawaringin (STIH). Kemudian dia menjadi pengusaha.
Dia juga ternyata pernah meniti karier sebagai PNS dengan menjabat posisi sebagai Kabid Promosi Penanaman Modal Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada 2004 ia mulai masuk ke politik praktis dengan menjadi anggota DPR RI, dan terpilih lagi pada 2019 dan 2024.
Di kepartaian, ia pernah menjabat sejumlah posisi. Mulai dari pengurus organisasi kepemudaan Golkar, pengurus tingkat ranting, hingga pernah menjabat sebagai wakil ketua pokja di DPP Golkar.
Trending Now