Narkoba di Balik AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro?

4 Januari 2026 10:10 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Narkoba di Balik AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro?
Presiden AS Donald Trump menyebut langkah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai upaya penegakan hukum terkait dugaan kejahatan narkoba
kumparanNEWS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) digiring dalam tahanan menyusuri lorong di kantor Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) di New York City, AS, Sabtu (3/1/2026). Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) digiring dalam tahanan menyusuri lorong di kantor Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) di New York City, AS, Sabtu (3/1/2026). Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS
Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Presiden AS Donald Trump menyebut langkah ini sebagai upaya penegakan hukum terkait dugaan kejahatan narkoba. Namun kritik muncul karena operasi tersebut juga dinilai sarat kepentingan minyak dan berpotensi memicu kekosongan kekuasaan di Venezuela.
Trump mengatakan AS kini menempatkan Venezuela di bawah kendali sementaranya, setelah Maduro ditangkap dan diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
โ€œKami akan menjalankan negara itu sampai tiba waktunya kami bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,โ€ kata Trump dalam konferensi pers, Sabtu (3/1), dilansir Reuters.
โ€œKami tidak bisa mengambil risiko ada pihak lain yang mengambil alih Venezuela yang tidak memikirkan kepentingan rakyat Venezuela,โ€ lanjutnya.
Trump menyatakan, dalam masa pengambilalihan tersebut, perusahaan-perusahaan minyak besar asal AS akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur migas yang rusak parah.
Selama ini Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, meski para ahli menilai pemulihan sektor tersebut bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Namun, fokus Trump pada minyak justru memunculkan tanda tanya. Sejumlah pengkritik menilai narasi penegakan hukum narkoba digunakan untuk membenarkan operasi militer yang juga mencakup serangan rudal mematikan ke kapal-kapal yang dituding terlibat perdagangan narkoba.
Operasi penangkapan Maduro dilakukan secara mendadak pada Sabtu dini hari. Trump menyebut pasukan khusus AS menangkap Maduro di dekat salah satu rumah persembunyiannya, dalam operasi yang juga menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Caracas serta serangan ke instalasi militer Venezuela.
Helikopter AS yang membawa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya di Westside Heliport, New York Foto: Jeenah Moon/REUTERS
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dibawa ke kapal Angkatan Laut AS di lepas pantai sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat pada Sabtu malam.
Maduro, yang sebelumnya telah didakwa di AS atas sejumlah tuduhan, termasuk konspirasi narkoterorisme, dijadwalkan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Manhattan pada Senin. Sementara itu, Cilia Flores juga menghadapi dakwaan, termasuk konspirasi impor kokain.
Meski demikian, belum jelas bagaimana AS akan menjalankan kendali atas Venezuela. Trump juga tidak menjelaskan siapa yang akan memimpin Venezuela setelah AS menyerahkan kembali kendali.
Di sisi lain, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez muncul di televisi nasional bersama para pejabat tinggi pemerintah dan menyebut penangkapan Maduro sebagai penculikan.
โ€œKami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores,โ€ kata Rodriguez. Ia menegaskan Maduro adalah satu-satunya presiden Venezuela. Pengadilan Venezuela kemudian menetapkan Rodriguez sebagai presiden sementara.
Trump sebelumnya telah menyinggung operasi terhadap Venezuela dalam wawancara radio pada Jumat (2/1), dengan mengatakan bahwa AS menyerang sebuah pabrik besar atau fasilitas besar yang terkait dengan dugaan perdagangan narkoba, tanpa menyebutkan lokasi atau memberikan rincian lebih lanjut.
Pernyataan tersebut muncul di tengah peningkatan operasi militer AS di kawasan Karibia dan Pasifik timur sejak September, yang disebut sebagai bagian dari upaya pemberantasan perdagangan narkoba. Setidaknya 105 orang dilaporkan tewas dalam 29 serangan.
Operasi militer itu juga bertepatan dengan meningkatnya tekanan AS terhadap Venezuela, termasuk pemblokiran kapal tanker minyak, penyitaan kapal, serta peningkatan kehadiran militer di dekat perairan Venezuela.
Trending Now