Pemerintah Diminta Waspadai Dampak Perang Iran-Israel, Khususnya Pasokan Energi
24 Juni 2025 10:25 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Pemerintah Diminta Waspadai Dampak Perang Iran-Israel, Khususnya Pasokan Energi
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, meminta Pemerintah mulai mengambil langkah sigap menyusul semakin memanasnya perang antara Iran dan Israel.kumparanNEWS


Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, meminta Pemerintah mulai mengambil langkah sigap menyusul memanasnya perang antara Iran dan Israel.
Ia khawatir cepat atau lambat perang ini akan berdampak kepada Indonesia khususnya terhadap pasokan energi dengan adanya kemungkinan penutupan Selat Hormuz.
βAda potensi peningkatan konflik jika Iran melakukan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Irak, Suriah, Qatar, atau UEA,β kata TB Hasanuddin, Selasa (24/6).
"Blokade Selat Hormuz akan menyebabkan terganggunya pasokan minyak dan memicu kenaikan harga minyak mentah dunia,β sambungnya.
TB Hasanuddin menyarankan agar Indonesia segera mengambil langkah strategis seperti diversifikasi energi ke sektor energi terbarukan, mengupayakan diplomasi energi dengan negara-negara di luar Teluk Persia, serta memperkuat cadangan energi strategis dan mempercepat pembangunan kilang minyak dalam negeri.
βHal ini penting untuk menghindari Indonesia dari krisis energi jika eskalasi konflik makin tinggi,β katanya.
Adapun mengenai konflik yang semakin memanas di Timur Tengah, politisi PDIP itu memprediksi bahwa bisa saja konflik semakin meluas apabila ketegangan terus meningkat.
βBukan tidak mungkin konflik ini meluas menjadi perang terbuka yang melibatkan negara-negara besar seperti Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat,β ungkap TB Hasanuddin.
Seperti diketahui, eskalasi konflik Iran dan Israel semakin memanas setelah keterlibatan langsung militer Amerika Serikat dalam menyerang Iran.
Iran pun mengancam akan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur utama minyak dan gas dunia. Ancaman tersebut disampaikan sebagai cara untuk menangkal tekanan negara-negara Barat yang kini mencapai puncaknya setelah AS menyerang fasilitas nuklir Iran.
