Polisi Sudah Evakuasi Seluruh Jenazah Kebakaran Gedung Terra Drone

10 Desember 2025 15:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Sudah Evakuasi Seluruh Jenazah Kebakaran Gedung Terra Drone
Kebakaran gedung Terra Drone di Jakarta Pusat pada Selasa (9/12) menelan 22 korban jiwa.
kumparanNEWS
Kondisi usai kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi usai kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Kebakaran yang melanda kantor Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12) kemarin menelan 22 korban jiwa. Sepuluh di antaranya sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memastikan jumlah tersebut sudah final. Tidak ada lagi jenazah di dalam gedung tersebut.
“Kemarin setelah olah TKP, pihak Damkar dan Polres Metro Jakarta Pusat sudah melakukan sterilisasi termasuk di area lift. Lift juga sudah dibuka,” kata Budi dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (10/12).
Petugas mengangkat peti jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
“Alhamdulillah tidak ada korban termasuk di jalur evakuasi. Jadi dari lantai 7 itu sudah dilakukan penyisiran oleh tim Damkar dan Polres Jakarta Pusat. Tidak ditemukan lagi korban. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa total korban adalah 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan,” tambahnya.
Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan bahwa para korban meninggal akibat menghirup karbon monoksida.
Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru Yulihartono dan Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, saat keterangan pers terkait identifikasi jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur (9/12). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
“Untuk penyebab kematian, berdasarkan pemeriksaan staf dan para personel spesialis forensik kami, itu mengarah kepada terhirupnya asap dan gas CO… karbon monoksida, mohon diulangi, karbon monoksida,” jelasnya.
“Itu dari hasil pemeriksaan. Ada juga pemeriksaan lab sederhana yang menunjukkan hal tersebut,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa karbon monoksida berasal dari kepulan asap dari api yang berkobar.
“Gas ini bisa muncul karena pembakaran dalam berbagai kejadian kebakaran. Dalam kondisi seperti ini, lebih banyak gas karbon monoksida yang berperan,” ucap Nyoman.
Petugas mengangkat peti jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
“Itu dibuktikan dari tanda lebam mayat. Kemudian, sebagaimana saya sampaikan tadi, hasil pemeriksaan laboratorium sederhana melalui darah juga menunjukkan tingginya kandungan karbon monoksida,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa karbon monoksida sangat beracun.
“Gas ini sangat-sangat beracun karena berkompetisi dengan oksigen. Mestinya kita menghirup oksigen, tetapi gas ini masuk, sementara oksigennya tidak ada. Jadi tentu ini beracun dan menyebabkan seseorang mengalami kematian karena keracunan gas tersebut,” tandasnya.
Trending Now