Prabowo: Belanda-Inggris Seenaknya Bikin Garis Perbatasan, yang Repot Kita
15 Agustus 2025 11:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Prabowo: Belanda-Inggris Seenaknya Bikin Garis Perbatasan, yang Repot Kita
Prabowo mengatakan Indonesia sering berkonflik dengan Malaysia karena garis perbatasan yang dimulai dari penentuan garis oleh Belanda dan Inggris. kumparanNEWS


Presiden Prabowo Subianto menegaskan perang itu merusak. Sehingga di situasi geopolitik seperti saat ini, Prabowo menyatakan Indonesia tidak mau berperang dan harus menghindari perang.
"Karena itu, politik luar negeri yang saya jalankan dan umumkan adalah politik 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 kawan terlalu banyak," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).
Prabowo menegaskan, Indonesia akan tetap pada garis nonblok dan tidak berpihak ke negara mana pun. Prabowo secara khusus menyinggung ingin berdamai dengan negara tetangga, yaitu Malaysia.
"Kami terutama dengan tetangga-tetangga kita, kita ingin selesaikan semua masalah," ungkapnya.
Prabowo mengakui selalu ada masalah dengan Malaysia, khususnya terkait garis perbatasan yang hingga saat ini masih dilakukan perundingan antara kedua negara.
"Masalah ini adalah warisan dari kolonialis, warisan dari penjajah. Belanda datang dengan Inggris, dia bikin garis seenak jidatnya, dia bikin garis," ungkapnya lagi.
Prabowo menegaskan, penetapan garus perbatasan yang dilakukan Belanda dan Inggris membuat Indonesia berkonflik dengan Malaysia. Padahal, Indonesia dan Malaysia bersahabat.
"Yang repot kita sekarang. Kita mau ditabrakkan sama Malaysia, kita sahabat sama Malaysia, kita satu rumpun. Tapi selalu politik divide et impera selalu ada," tuturnya.
"Jangan kita naif, jangan terus menerus mau diadu domba," pungkasnya.
Sekilas Kesepakatan Belanda & Inggris
Pada era kolonialisme, Belanda yang menjajah Indonesia dan Inggris yang menjajah Malaysia melakukan sejumlah kesepakatan untuk membagi wilayah kekuasaan di Asia Tenggara, termasuk menetapkan batas-batas di Kalimantan.
Saat ini, Indonesia dan Malaysia masih bersengketa tentang Blok Ambalat di Laut Sulawesi, dekat dengan perbatasan maritim antara Kalimantan Utara (Indonesia) dan Sabah (Malaysia).
Sengketa ini berakar pada klaim tumpang tindih atas wilayah dasar laut dan perairan di kawasan tersebut. Kedua negara mengeklaim Blok Ambalat sebagai wilayah landas kontinen dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) mereka.
Meskipun perundingan bilateral terus dilakukan dan kedua negara berupaya menyelesaikannya secara damai, belum ada kesepakatan final. Sengketa ini penting karena Blok Ambalat memiliki cadangan minyak dan gas alam yang sangat besar.
Sengketa perbatasan lainnya berlokasi di perbatasan daratan Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.
