Puan Singgung Indonesia Gelap-Bendera One Piece: Kritik Buat Sadarkan Penguasa

15 Agustus 2025 9:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puan Singgung Indonesia Gelap-Bendera One Piece: Kritik Buat Sadarkan Penguasa
Puan menyinggung sindiran tajam dari masyarakat kepada pemerintah seperti Indonesia Gelap, negara Konoha hingga bendera One Piece.
kumparanNEWS
Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menyanyikan lagu kebangsaan sebelum Sidang Tahunan MPR/DPR RI 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menyanyikan lagu kebangsaan sebelum Sidang Tahunan MPR/DPR RI 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam sidang tahunan MPR/DPR pada Jumat (15/8).
Puan menyinggung sindiran tajam dari masyarakat kepada pemerintah seperti Indonesia Gelap, negara Konoha hingga bendera One Piece.
"Ungkapan tersebut dapat berupa kalimat singkat seperti 'kabur aja dulu', sindiran tajam 'Indonesia Gelap', lelucon politik 'negara Konoha' hingga simbol-simbol baru seperti 'bendera One Piece' dan banyak lagi yang menyebar luas di ruang digital," kata Puan di Gedung DPR.
"Fenomena ini menunjukkan bahwa aspirasi dan keresahan rakyat kini disampaikan dengan bahasa zaman mereka sendiri," tambah dia.
Demo #IndonesiaGelap di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masih berlangsung hingga malam hari, Senin (24/2/2025). Foto: Dok. Istimewa
Bendera One Piece dipasang di sebuah truk di Tol JORR, Rabu (6/8/2025), Foto: Rinjani/kumparan
Ketua DPP PDIP ini meminta penguasa untuk mendengar kritik dari masyarakat.
"Bagi para pemegang kekuasaan, semua suara rakyat yang kita dengar bukanlah sekadar kata atau gambar. Di balik setiap kata ada pesan," ucap Puan.
Puan menekankan, di balik setiap pesan, pasti ada keresahan. Dan di balik keresahan, ada harapan.
"Karena itu, yang dituntut dari kita semua adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami," ucap dia.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin berdoa sebelum Sidang Tahunan MPR/DPR 2025 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Youtube/TV Parlemen
Eks Menko PMK ini mengatakan, penguasa harus bijak dalam menanggapi kritik masyarakat. Jangan sampai kritik ini memicu perpecahan.
"Kita semua berharap apa pun bentuk dan isi kritik yang disampaikan rakyat tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan. Kritik tidak boleh menjadi api yang memecah belah bangsa. Sebaliknya, kritik harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama," kaa Puan.
Puan mengatakan, penyampaikan kritik dapat keras dalam substansi dan menentang keras kebijakan. Ia kembali mengingatkan kritik bukan alat untuk memicu kekerasan, kebencian, menghancurkan etika dan moral masyarakat, apalagi menghancurkan kemanusiaan.
"Gunakanlah ruang kritik itu sebagai sarana untuk menyadarkan penguasa, memperbaiki kebijakan, menuntut tanggung jawab, dan mendorong kemajuan bagi seluruh anak bangsa," ucap Puan.
Trending Now