Putri Keraton Yogya Melayat ke Rumah Rheza, Mahasiswa yang Meninggal Penuh Luka
31 Agustus 2025 19:35 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Putri Keraton Yogya Melayat ke Rumah Rheza, Mahasiswa yang Meninggal Penuh Luka
"Kami terus berharap tidak ada korban yang seperti ini," kata GKR Mangkubumi.kumparanNEWS


Putri Keraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi dan GKR Bendara, melayat ke rumah Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta yang meninggal penuh luka di Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Minggu (31/8).
"Mewakili kasultanan mengucapkan belasungkawa semoga Mas Rezha dilancarkan dalam perjalanan menuju rumah Tuhan," kata GKR Mangkubumi.
"Kami terus berharap tidak ada korban yang seperti ini. Jadi mudah-mudahan kita sama-sama menjaga Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga tentunya menjaga masyarakat," katanya.
Soal kasus ini, GKR Mangkubumi menyebut orang tua Rheza telah legawa.
"Itu dari keluarga, tadi sudah legawa, maksudnya nggih karena kita juga memikirkan Mas Rezhanya supaya juga bisa tenang," katanya.
Keluarga Tolak Autopsi
Sabtu (30/8) malam, Rheza pamit ke ayahnya hendak ngopi bersama temannya di kawasan Tugu Yogya.
"Saya nyari yang ini (ngajak) tapi belum ketemu anaknya, semalem ngajak ngopi (Rheza) di dekat Tugu itu. Malamnya ngopi minta uang, teman SMK (yang ngajak)," kata ayah Rheza, Yoyon Surono di rumah duka di Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.
Pagi harinya, Yoyon mendapat kabar dari tetangga sembari menunjukkan KTP Rheza. Tetangga mengabarkan Rheza di RSUP Dr Sardjito karena terkena gas air mata.
"Saya ke sana anaknya sudah terbujur kayak gitu. Saya tanya yang ngantar siapa katanya cuma dari unit kesehatan polda dua orang," katanya.
Berdasarkan informasi yang Yoyon terima, peristiwa penganiayaan yang menimpa anaknya terjadi di Jalan Ring Road, depan Polda DIY tadi pagi.
"Keterangan dari si yang antar ada aksi demo yang di sana ini," katanya.
"(Kejadiannya) pagi di depan Polda kayaknya," tuturnya.
Yoyon yang memandikan Rheza mengatakan anaknya mengalami sejumlah luka seperti patah hingga kepala bocor.
"Tadi ikut mandiin, sini (leher) itu kayak patah apa gimana, terus sini (perut kanan) itu bekas pijakan kaki-kaki bekas PDL sepatu, terus sini (tubuh) ada sayatan-sayatan kayak bekas digebuk, terus kepala sini agak bocor, sini (wajah) kayak putih-putih kena gas air mata, sama kaki tangan lecet, punggung lecet," katanya.
Yoyon mengatakan tak ada keterangan lebih lanjut dari rumah sakit soal kekerasan yang dialami Rheza. Sementara keluarga juga menolak autopsi.
"Dari kepolisian minta autopsi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan cuma kita dari keluarga sudah pasrah, apa pun yang terjadi ini musibah gitu aja. Jadi kita enggak mau autopsi," jelasnya.
โ โ โ
PESAN REDAKSI:
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.
