Saat Presiden Prabowo Pidato di Sidang Umum PBB

24 September 2025 8:53 WIB
Β·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saat Presiden Prabowo Pidato di Sidang Umum PBB
Presiden Prabowo mendapat urutan ketiga untuk berpidato dalam Sidang Umum PBB di New York.
kumparanNEWS
Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
Presiden Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum PBB di New York, Selasa (23/9). Ia mendapat urutan ketiga untuk menyampaikan pidatonya setelah Presiden Brasil Luiz InΓ‘cio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Prabowo berpidato dalam Bahasa Inggris. Di awal pidatonya, Prabowo menyinggung peran penting PBB.
"The words of the United Nations Declaration of Independence have inspired democratic movement across continents including the French Revolution, The Russian Revolution, The Mexican Revolution, The Chinese Revolution, and Indonesia's own struggle and journey to freedom," kata Prabowo di New York, Selasa (23/9).
Berikut rangkuman pidato Prabowo di Sidang Umum PBB:

Tak Boleh Diam Lihat Palestina

Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
Prabowo berpidato dengan berapi-api. Khususnya saat berbicara mengenai perdamaian di seluruh dunia, utamanya di Palestina.
"Setiap hari kita menyaksikan penderitaan, genosida dan pengabaian terhadap hukum internasional dan norma manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan ini, kita tidak boleh menyerah seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Jenderal PBB, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak bisa melepaskan harapan atau cita-cita," kata Prabowo penuh semangat.
Setelahnya Prabowo bicara mengenai kemerdekaan Palestina. Di momen ini ia makin bersemangat, sesekali ia menepuk podium.
"Dan saat ini kita tidak boleh diam ketika warga Palestina tidak mendapatkan keadilan dan legitimasi yang sama di aula ini," tegas Prabowo.
Baginya, tidak boleh yang lemah terus ditindas. Perdamaian harus ditegakkan, di berbagai belahan dunia.

Siap Kirim 20 Ribu Pasukan Perdamaian

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari Indonesia sedang berpatroli di sepanjang Garis Biru di sekitar El Odeisse, Lebanon selatan. 16 Februari 2023. Pasqual Gorriz (UNIFIL) Foto: Pasqual Gorriz (UNIFIL)
Prabowo mengatakan ketika nanti Dewan Keamanan PBB memutuskan dan meminta Indonesia turun mengirimkan pasukan perdamaian, semua siap. 20 ribu orang akan dikerahkan.
"Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan semangat, jika dan ketika Dewan Keamanan PBB memutuskan bahwa Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau lebih putra dan putri kami untuk membantu menjamin perdamaian di Gaza atau di tempat lain, di Ukraina, di Sudan, di Libya, di mana pun," tegas Prabowo.
Katanya, putra putri terbaik Indonesia akan berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
"Ketika perdamaian perlu ditegakkan, perdamaian perlu dijaga, kami siap. Kami akan ikut menanggung beban ini, tidak hanya putra dan putri kami, kami juga bersedia berkontribusi secara finansial untuk mendukung misi besar perdamaian yang dilakukan PBB," tutupnya.

Untuk Palestina Merdeka, Kita Juga Harus Jamin Israel

Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Shannon Stapleton/REUTERS
Prabowo menyampaikan tentang perlunya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Namun, hal tersebut harus disertai dengan jaminan keamanan bagi Israel.
"Untuk mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat, kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel. Dengan cara itu, kita akan mendapatkan perdamaian yang sejati. Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi kecurigaan," kata Prabowo di podium, Selasa (23/9).
Ia kembali menekankan satu-satunya jalan ada two state solution.
"Dua keturunan Abraham harus hidup dalam rekonsiliasi, perdamaian, dan harmoni," ucapnya.
Para keturunan Abraham yang dimaksud adalah para penganut Muslim, Yahudi, dan Kristiani.
"Orang Arab, Yahudi, Muslim, Kristiani, Hindu, Buddha dan semua agama, harus hidup sebagai satu keluarga," ucapnya.

Ungkap Mimpi RI

Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
Prabowo mengungkapkan melihat keturunan Abraham atau agama Abrahamik β€”Kristen, Islam, dan Yahudiβ€” dapat hidup dalam damai dan harmoni merupakan mimpi. Namun ia meyakini mimpi itu dapat diwujudkan dan berkomitmen Indonesia akan ikut andil untuk menjadikan mimpi itu realita.
"Indonesia berkomitmen menjadi bagian untuk membuat visi ini menjadi kenyataan. Apakah ini mimpi? Mungkin. Tapi ini adalah mimpi indah yang harus kita kerjakan bersama," tegasnya.
Prabowo menilai two state solution harus diperjuangkan oleh banyak pihak. Menurutnya, ini adalah harapan yang harus diwujudkan.
"Mari kita bekerja menuju tujuan mulia ini. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, perjalanan yang dimulai oleh para leluhur kita, perjalanan yang harus kita selesaikan," ujarnya.

Singgung Penderitaan RI saat Dijajah

Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Angela Weiss/AFP
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung pengalaman pahit rakyat Indonesia saat hidup di bawah penjajahan. Ia bercerita bagaimana Bangsa Indonesia mengalami penindasan yang begitu berat saat dijajah.
"Selama berabad-abad, Rakyat Indonesia hidup di bawah dominasi kolonial, penindasan, dan perbudakan. Kami diperlakukan lebih rendah dari anjing di tanah air kami sendiri," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan penderitaan itu membuat Rakyat Indonesia tahu betul bagaimana rasanya ditolak keadilan, hidup dalam kemiskinan, serta tidak memiliki kesempatan yang sama.
Ia menambahkan, dari pengalaman itulah Indonesia mampu memahami arti solidaritas dalam perjuangan kemerdekaan.
"Kami, Rakyat Indonesia, tahu apa artinya ditolak keadilan dan apa artinya hidup dalam apartheid, hidup dalam kemiskinan, dan ditolak kesempatan yang sama. Kami juga tahu apa yang dapat dilakukan solidaritas dalam perjuangan kemerdekaan kami, dalam perjuangan kami mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan," ucap dia.

Kita Butuh PBB dan Indonesia Akan Terus Dukung PBB

Presiden Indonesia Prabowo Subianto tiba untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, di New York City, New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Kylie Cooper/REUTERS
Prabowo menyampaikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan PBB selama ini. Ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap PBB.
"Akankah kita berada di sini hari ini? Akankah kita duduk di aula besar ini tanpa PBB? Kita tidak akan aman, tidak ada negara yang bisa merasa aman," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Selasa (23/9).
"Kita membutuhkan PBB dan Indonesia akan terus mendukung PBB, meskipun kita masih berjuang, tapi kita tahu dunia membutuhkan persatuan bangsa yang kuat," lanjutnya.
Prabowo mengatakan, PBB lahir di tengah Perang Dunia II yang membunuh jutaan orang. Ia menyatakan, PBB dibentuk untuk mengamankan perdamaian, keamanan, keadilan, dan kebebasan bagi semua bangsa.
"Kita tetap berkomitmen pada internasionalisme, kepada multilateralisme, dan kepada setiap usaha yang memperkuat institusi yang hebat ini," ujarnya.

Planet Kita Dalam Tekanan

Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Jeenah Moon/REUTERS
Prabowo juga menyinggung masa depan planet bumi dalam pidatonya. Ia menyinggung tentang pertumbuhan penduduk yang pesat.
"Populasi dunia terus bertumbuh, dan planet kita dalam tekanan. Kekhawatiran akan energi dan air melanda banyak negara, kita (Indonesia), akan menjawab tantangan itu, dan akan membantu siapa pun yang membutuhkan," ucap Prabowo.
Ia lalu memaparkan, bahwa Indonesia pada tahun ini mendapatkan panen beras dan punya cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyebut, Indonesia kini mandiri dalam hal beras, dan mampu membantu negara lain.
"Kita sekarang mandiri dalam hal beras, kita akan mengekspor beras ke negara yang membutuhkan, termasuk menyediakan beras untuk Palestina," ucap Prabowo.
Trending Now