Tampang Maduro Usai Ditangkap Pasukan Elite AS

4 Januari 2026 0:46 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang Maduro Usai Ditangkap Pasukan Elite AS
Donald Trump mengunggah foto Nicolas Maduro ditahan pasukan elite AS di USS Iwo Jima. Maduro ditangkap atas dakwaan konspirasi narkoterorisme dan ditahan di Karibia.
kumparanNEWS
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditahan pasukan AS di Kapal serang amfibi USS Iwo Jima, usai ditangkap Sabtu (3/1) Foto: Donald Trump Truth Social via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditahan pasukan AS di Kapal serang amfibi USS Iwo Jima, usai ditangkap Sabtu (3/1) Foto: Donald Trump Truth Social via Reuters
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang baru saja ditangkap oleh pasukan elite AS. Foto Maduro itu diunggah di akun sosial media Truth milik Trump.
"Nicolas Maduro di kapal USS Iwo Jima," kata Trump di media sosial Truth Social.
Pada foto yang diunggah Trump, Maduro nampak mengenakan sweater dan celana training abu-abu. Ia mengenakan penutup mata hitam, dengan pelindung telinga.
Postingan Media Sosial Truth milik Presiden Donald Trump, yang menampilkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditahan pasukan AS di Kapal Serang Amfibi USS Iwo Jima, usai ditangkap Sabtu (3/1) Foto: Donald Trump Truth via Reuters
Tangannya nampak diborgol. Ia juga menggenggam sebuah botol air mineral.
Di belakangnya, nampak seorang petugas berpakaian hitam-hitam dengan tulisan DEA di dadanya. DEA adalah Drug Enforcement Agency, sebuah badan yang meregulasi peredaran narkotika dari AS.
Maduro ditangkap AS atas dakwaan konspirasi narkoterorisme.
Sementara dilansir CNN, Maduro ditahan bersama istrinya di ruang perwira Kapal Serbu Amfibi USS Iwo Jima. Kapal ini sudah berada di laut Karibia sejak hari natal kemarin.
"Melihat Maduro, saya rasa ia ditempatkan di ruang kecil dengan dua tempat tidur. Satu untuk dirinya, dan satu untuk istrinya, mungkin ada kamar mandi dan akomodasi lainnya," kata eks Komandan Tertinggi Armada Gabungan NATO, Laksamana (purn) James Stavridis kepada CNN.
Trending Now