CEO Grab Datangi Rumah Mitra Ojol Makassar yang Tewas Dikeroyok Dicurigai Intel

1 September 2025 17:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Grab Datangi Rumah Mitra Ojol Makassar yang Tewas Dikeroyok Dicurigai Intel
CEO Grab, Anthony Tan, mendatangi rumah Rusdamdiansyah alias Dandi (25), mitra driver ojol yang meninggal dunia dikeroyok oleh massa saat ricuh demo di Kota Makassar, karena dicurigai anggota intel.
kumparanTECH
CEO Grab, Anthony Tan, mendatangi rumah Rusdamdiansyah alias Dandi (25), mitra driver ojol yang meninggal dunia dikeroyok oleh massa saat ricuh demo di Kota Makassar, karena dicurigai anggota intel. Foto: Dok. Grab
zoom-in-whitePerbesar
CEO Grab, Anthony Tan, mendatangi rumah Rusdamdiansyah alias Dandi (25), mitra driver ojol yang meninggal dunia dikeroyok oleh massa saat ricuh demo di Kota Makassar, karena dicurigai anggota intel. Foto: Dok. Grab
CEO Grab, Anthony Tan, berkunjung ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9), mendatangi rumah Rusdamdiansyah alias Dandi (25), driver ojol yang meninggal dunia dikeroyok oleh massa saat demo di Makassar, karena dicurigai sebagai anggota intelijen.
Pemimpin tertinggi Grab ini tiba di rumah Dandi di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, bertemu orang tua dan keluarga Dandi. Isak tangis pecah saat mereka bertemu.
Anthony mengatakan, ia terbang langsung dari Singapura ke Makassar, hanya untuk ziarah ke rumah almarhum Dandi.
Dandi telah bekerja sebagai mitra Grab kurang lebih 7 tahun lamanya. Ia juga tulang punggung keluarga. Anthony menilai Dandi sebagai pribadi yang baik bagi komunitas.
“Tidak ada yang pantas mengalaminya. Kami sangat sedih bahwa ini terjadi kepada orang yang baik,” kata Anthony kepada wartawan di rumah Dandi.
Anthony menekankan, kehadirannya di rumah duka, adalah wujud komitmen Grab untuk berdiri bersama mitra, bukan sekadar formalitas. Ia mengatakan bahwa pihak keluarga yang ditinggalkan tidak akan berjalan sendirian.
"Kami tahu tidak ada bantuan yang cukup untuk menggantikan kehilangan ini. Tapi kami ingin hadir, berdoa, dan memastikan keluarga tidak berjalan sendirian dalam masa sulit ini," akunya.
Keluarga almarhum Rusdamdiansyah alias Dandi (25), driver ojek online yang meninggal dunia dikeroyok usai dituduh intel saat demo di Kota Makassar didatangi CEO Grab langsung dari Singapura pada Senin (1/9/2025). Foto: kumparan

Grab Beri Bantuan ke Keluarga Dandi

Di tempat yang sama, Chief of Public Affair Grab, Tirza Munusamy, mengatakan bahwa Grab telah menyalurkan dukungan kepada keluarga almarhum.
“Karena Mas Dandi adalah tulang punggung keluarga, kami juga membantu kepesertaan BPJS Kesehatan bagi ayah, ibu, adik, adik ipar, serta bayi kecil di keluarga selama dua tahun ke depan,” jelasnya.
“Mengingat almarhum juga berperan membantu ekonomi keluarga, kami akan memberikan modal usaha, disertai pendampingan melalui salah satu unit bisnis kami, Grab Kios. Harapannya ini bisa berkelanjutan,” sambungnya.
Kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia akibat demo, mengakibatkan beberapa mitra Grab menjadi korban. Grab berkomitmen untuk membantu para mitra yang menjadi korban.
“Ini sangat memberatkan hati kami. Kami hadir karena kami berdiri bersama mitra kami. Bagi kami, setiap mitra Grab adalah bagian dari keluarga besar Grab. Kehadiran kami bentuk komitmen untuk mendukung, terutama keluarga yang berduka,” tandas dia.
Rusdamdiansyah (25 tahun), seorang anak remaja dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan saat demo ricuh di Kota Makassar, Sulsel, Jumat (29/8) malam. Dia dianiaya massa karena dicurigai Intel. Foto: Dok. Istimewa

Dandi Tewas Dikeroyok, Dikira Intel

Dandi meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan saat demo ricuh di depan kampus UMI Makassar, Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, pada Jumat malam, 29 Agustus 2025. Dia dianiaya massa karena dicurigai intel. Ia sempat mendapatkan perawatan medis setelah dikeroyok massa, dan keesokan harinya dinyatakan meninggal dunia.
Pengeroyokan berawal saat korban berada tengah-tengah aksi. Dandi kemudian dituding atau dicurigai sebagai intelijen yang menyusup di massa aksi. Massa aksi kemudian mengejar dan bahkan mengeroyok Dandi hingga tidak berdaya. Dandi yang terkapar, kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
“Dugaannya begitu (dikira intel), tapi yang jelas informasi yang kami terima itu, yang bersangkutan ini dikeroyok oleh massa saat kerusuhan di (Jalan) Urip," kata Plt. Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar.
BPBD Kota Makassar yang mendapatkan laporan kematian Dandi langsung ke rumah duka. Pemkot Makassar memberikan bantuan dengan mengantar ke pemakaman
Trending Now