'Goncangannya lama, kepala sampai puyeng' – Kesaksian WNI saat gempa 7,7 guncang Jepang

Sumber gambar, Philip FONG / AFP via Getty Images
Peringatan tsunami di pesisir Timur Laut Jepang telah diturunkan menjadi imbauan (advisory). Namun, aplikasi peringatan darurat NERV menegaskan warga tetap disarankan untuk tidak kembali ke pesisir dan menghindari perairan besar hingga imbauan resmi dicabut.
Pemerintah Jepang bahkan mengeluarkan perintah evakuasi setelah peringatan tsunami awal.
Sekitar 156.000 orang di lima prefektur diminta meninggalkan rumah mereka.
Sebelumnya, otoritas Jepang telah menurunkan status peringatan tsunami di pesisir timur laut menjadi imbauan (advisory).
Menurut Badan Meteorologi Jepang, terdapat tiga tingkatan peringatan tsunami:
- Tsunami Advisory: tingkat paling rendah, dikeluarkan untuk gelombang di bawah 1 meter. Warga diminta segera keluar dari laut dan meninggalkan kawasan pesisir.
- Tsunami Warning: tingkat kedua tertinggi, dikeluarkan bila diperkirakan gelombang mencapai hingga 3 meter. Warga di wilayah ini harus segera mengungsi dari pesisir dan tepi sungai menuju tempat lebih tinggi atau bangunan evakuasi.
- Major Tsunami Warning: tingkat tertinggi, dikeluarkan bila diperkirakan gelombang lebih dari 3 meter akan menghantam berulang kali.
Meski status peringatan telah diturunkan, otoritas menekankan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan karena gelombang kecil sekalipun bisa berbahaya.
Awalnya, otoritas Jepang memperingatkan kemungkinan datangnya gelombang tsunami kedua yang lebih besar setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang kawasan lepas pantai Timur Laut negara itu.
Gelombang pertama setinggi 40cm sebelumnya tercatat di Pelabuhan Miyako, Prefektur Iwate.
Badan Meteorologi Jepang memproyeksikan gelombang tsunami bisa mencapai hingga tiga meter di pesisir Pasifik Hokkaido dan Iwate.
Wilayah pesisir di kedua prefektur tersebut menjadi area yang paling berisiko terdampak, dan warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Pemerintah Jepang menekankan bahwa kewaspadaan penuh sangat diperlukan, mengingat potensi gelombang susulan dapat menimbulkan dampak serius bagi masyarakat di kawasan pesisir.
Jepang revisi kekuatan gempa dari 7,5 ke 7,7 magnitudo
Otoritas Jepang merevisi kekuatan gempa yang sebelumnya diumumkan berkekuatan 7,5 magnitudo menjadi 7,7 magnitudo.
Selain itu, kedalaman gempa juga diperbarui dari 10km menjadi sekitar 19km.
Revisi ini dilakukan setelah analisis lebih lanjut oleh Badan Meteorologi Jepang terkait gempa besar yang mengguncang pesisir Timur Laut negara tersebut.
'Goncangannya lama, kepala sampai puyeng' – Cerita WNI saat gempa
Ketika gempa terjadi sekitar pukul 16.52 waktu setempat, Sofya Suidasari (40) bersama 14 orang lainnya masih berada di kantornya yang berada di distrik Minato, Tokyo. Mereka merasakan goncangan yang cukup kencang.
Sofya adalah WNI yang sudah tinggal di Jepang selama 20 tahun.
"Mungkin karena kantorku ada di lantai sembilan, jadi goncangannya terasa banget. Lampu gantung di kantor itu sampai gerak mungkin 35 derajat kali," ujar Sofya kepada Riana A Ibrahim, kontributor BBC News Indonesia di Jakarta.
."Goncangannya juga lama. Lewat semenit atau malah hampir dua menit sampai benar-benar hilang. Aku sampai puyeng."

Sumber gambar, JIJI PRESS / AFP via Getty Images
Dia juga bertutur sekitar lima orang rekannya dari yang tersisa di kantor pun bersiap memakai helm pelindung karena getaran gempa yang besar.
"Di kantor di Jepang, di bawah kursi itu harus ada helm buat bencana."
Usai gempa mereda, dia dan rekan-rekannya segera meninggalkan kantor.
Situasi di luar pun sangat ramai karena semua orang berlomba mengejar kereta untuk bisa kembali ke rumahnya.
Dia harus juga menjemput anaknya di tempat penitipan anak.
Di Jepang, orang tua wajib mengisi formulir ketika anak masuk sekolah atau penitipan anak.
Di formulir tersebut, salah satunya berisi terkait bencana.
"Kalau ada bencana, siapa yang akan jemput dan kesediaan untuk anak tetap berada di sekolah atau daycare sampai dijemput orang yang namanya kita masukkan dalam form itu," ungkapnya.

Sumber gambar, Philip FONG / AFP via Getty Images
Jarak dari tempat kerjanya di Distrik Minato ke rumahnya di Distrik Katsushika, Tokyo sejauh 23 kilometer.
Karena itu, penting baginya untuk segera mengejar kereta mengingat operasionalnya berpotensi terhenti akibat gempa.
Namun, sejauh ini jalur kereta masih beroperasi.
Hanya shinkansen dengan rute Tokyo-Aomori dan sebaliknya yang dihentikan sementara hingga pukul 21.00 waktu setempat.
Aomori merupakan pusat gempa yang terjadi hari ini.
Sejauh ini, pemerintah di Tokyo hanya mengumumkan agar warga tetap tenang.
Sofya lalu menunjukkan tayangan televisi di rumahnya yang menggambarkan pejabat dari Japan Meteorological Agency (JMA) tengah menjelaskan langkah-langkah preventif dan upaya evakuasi bagi semua warga.

Sumber gambar, Garnisun Iwate Jepang / Handout/Anadolu via Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Saat itu, tayangan di televisi tengah menampilkan tujuan lokasi evakuasi bagi warga yang tinggal di rumah tapak hingga apartemen.
Selanjutnya, dijelaskan juga mengenai tas darurat yang harus siaga di sebelah tiap orang bahkan ketika tidur.
"Ini diulang-ulang terus dan enggak akan berhenti. Siaran di televisi juga isinya akan tentang ini dan update kondisi. Seperti di bagian atas ini, infonya tsunami warningnya belum dicabut. Nanti kalau sudah dicabut akan ada di atas sini," jelas Sofya.
Hampir 20 tahun tinggal di Jepang, Sofya berkata pemerintah Tokyo selalu sigap dan berupaya agar situasi di Tokyo tetap terkendali sebagai pusat pemerintahan.
Dia mengaku pernah sekali hilang sinyal saat peristiwa tsunami 2011 dan mati listrik sebentar. Namun setelah itu, tak pernah ada lagi. Seperti sekarang ini, listrik dan sinyal internet masih aman.
Baca juga:
Dia juga menuturkan sekitar 15 tahun, sistem peringatan dini gempa bisa langsung terdeteksi di tiap ponsel warga.
"Jadi, kalau gelombang gempanya mau sampai di tempat kita, sekitar 3-5 detik itu ada alarm yang akan bunyi di ponsel kita cukup keras. Bahkan pas tidur saja bisa terbangun karena sengaja dibuat enggak nyaman bunyinya,"
"Tadi, alarm di ponsel itu enggak ada di Tokyo karena gelombangnya sampai di sini tidak terlalu besar walau ternyata goncangannya keras. Karena ada batas minimum gempanya seberapa yang memicu alarm di ponsel."
Pernah sekali ada kesalahan teknis yang mengakibatkan alarm tersebut berbunyi di Tokyo, tapi Sofya berkata pemerintah langsung mengadakan jumpa pers dan meminta maaf.
'Rasanya aneh lihat dinding dan lantai bergoyang'
David Park, 31 tahun, warga Kota Leeds, UK, bersama Diana dan Alin (asal Newscastle), berada di Hakodate saat gempa mengguncang Jepang.
Dia menceritakan kepada BBC bahwa dia dan teman-temannya merasakan gempa ketika sedang menunggu di hotel di Hakodate.
"Saat kami duduk di lobi, tiba-tiba terdengar gemuruh. Tak lama kemudian, bangunan mulai bergoyang dan ponsel semua orang berbunyi alarm darurat gempa. Sekitar 30 detik kemudian, muncul peringatan tsunami," ujarnya.

Sumber gambar, David
David mengatakan guncangan berlangsung sekitar 20 hingga 30 detik.
"Rasanya benar-benar aneh melihat lantai dan dinding bergerak, serta lampu dan tanaman bergoyang."
Menurutnya, semua orang kemudian berkumpul untuk menyaksikan siaran televisi yang menampilkan peringatan gempa dan tsunami.
"Tidak ada yang panik, tapi jelas ada rasa waswas," ungkapnya.
Setelah itu mereka menuju bandara. David menuturkan banyak toko tutup dan mereka sempat terjebak macet.
Dalam perjalanan, mereka juga mendengar sirene peringatan tsunami berbunyi di berbagai tempat.
Peringatan gelombang tsunami yang lebih besar
Dalam konferensi pers terbarunya, Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa gelombang tsunami yang lebih besar mungkin akan menyusul setelah gelombang pertama.
Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk sebagian wilayah Hokkaido dan Prefektur Iwate.
Sebelumnya, gelombang Tsunami pertama telah mencapai pesisir timur Jepang, setelah gempa 7,5 mengguncang kawasan pantai Timur Laut negara itu, tidak jauh dari Prefektur Iwate.

Media-media lokal melaporkan bahwa gelombang tsunami pertama telah mencapai Prefektur Iwate, dengan satu gelombang setinggi 40cm tercatat di Pelabuhan Miyako.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan gelombang tsunami bisa mencapai hingga tiga meter di pesisir Pasifik Hokkaido dan Prefektur Iwate.
Kereta cepat di wilayah Timur Laut Jepang ditangguhkan
Sejumlah layanan kereta cepat Shinkansen di wilayah Timur Laut Jepang ditangguhkan akibat gempa 7,5 magnitudo, menurut operator transportasi.
Beberapa jalur yang melayani ibu kota Tokyo juga terdampak. Di antaranya adalah:
- Tohoku Shinkansen
- Yamagata Shinkansen
- Akita Shinkansen

Sumber gambar, JIJI Press / AFP via Getty Images
Tsunami pertama capai pesisir timur Jepang
Sebelumnya, gelombang Tsunami pertama telah mencapai pesisir timur Jepang, setelah gempa 7,5 mengguncang kawasan pantai Timur Laut negara itu, tidak jauh dari Prefektur Iwate.
Media-media lokal melaporkan bahwa gelombang tsunami pertama telah mencapai Prefektur Iwate, dengan satu gelombang setinggi 40cm tercatat di Pelabuhan Miyako.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan gelombang tsunami bisa mencapai hingga tiga meter di pesisir Pasifik Hokkaido dan Prefektur Iwate.
Otoritas setempat mengimbau warga di kawasan pesisir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi, mengingat potensi dampak gelombang besar terhadap daerah padat penduduk.
Sebelumnya, otoritas Jepang mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa 7,5 magnitudo mengguncang kawasan pantai Timur Laut negara itu, tidak jauh dari Prefektur Iwate.
Berapa kekuatan gempa yang guncang Jepang?
Badan Meteorologi Jepang mengonfirmasi bahwa gempa berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang lepas pantai Sanriku pada pukul 16:52 waktu setempat
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 10km.
Otoritas setempat terus memantau dampak gempa, termasuk potensi tsunami dan risiko lanjutan di wilayah pesisir timur laut Jepang.
Gelombang laut diperkirakan akan mencapai sejumlah wilayah pesisir.
Stasiun penyiaran publik NHK melaporkan, gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10km dan berjarak kurang lebih 100km dari pesisir Sanriku.
Menurut kantor berita AFP, guncangan gempa terasa hingga ratusan kilometer dari pusat gempa, termasuk di ibu kota Tokyo.
Sejauh ini belum ada laporan resmi tentang kerusakan atau korban jiwa, namun pihak berwenang menekankan agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi di daerah yang berisiko terdampak tsunami.
Apakah gempa berdampak ke PLTN Aomori dan Miyagi?
Situs berita Kyodo melaporkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya kerusakan di pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di Prefektur Aomori dan Miyagi.
Secara terpisah, operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daini menyatakan kondisi di fasilitas tersebut juga normal, menurut laporan NHK.

Sumber gambar, Getty
Sementara itu, pemeriksaan masih terus dilakukan di Fukushima Daiichi—lokasi yang mengalami kerusakan parah dengan beberapa reaktor meleleh pada 2011 setelah gempa besar dan tsunami melanda pesisir timur Jepang.
Saat itu, ribuan warga harus dievakuasi dari kawasan sekitar, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk menangani kontaminasi radioaktif.
Berapa kali Jepang diguncang gempa 7 magnitudo setiap tahun?
Secara statistik, Jepang mengalami gempa dengan kekuatan magnitudo 7 (atau lebih) setiap 16 bulan sekali—atau nyaris setahun sekali.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, negara ini menyumbang lebih dari 10% gempa berkekuatan enam atau lebih yang terjadi di seluruh dunia.
Gempa besar terbaru terjadi pada Desember 2025, dengan kekuatan 7,6 magnitudo di lepas pantai Prefektur Aomori.

Sumber gambar, EPA
Namun, peristiwa paling mematikan dalam sejarah modern adalah gempa Tohoku pada 2011 berkekuatan 9,0 magnitudo yang memicu tsunami, menewaskan lebih dari 18.000 orang, serta menyebabkan krisis nuklir di Fukushima.
Saat peringatan tsunami dikeluarkan pada 2011, banyak warga tidak menyangka gelombang akan sebesar itu dan tidak mengungsi ke tempat yang cukup tinggi.
Kini, pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan dan imbauan tsunami serta mendesak warga untuk segera meninggalkan kawasan berisiko.
Sejak 2011, edukasi publik mengenai bahaya tsunami semakin digencarkan, termasuk penjelasan bahwa gelombang setinggi 30cm saja dapat mengancam jiwa.
Berita ini akan diperbarui secara berkala.
































