Lima orang di Cina dihukum mati

Pengadilan di Xinjiang menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang karena keterlibatan mereka dalam kerusuhan etnik terburuk di Cina dalam beberapa dekade terakhir.
Sebelumnya pengadilan juga mengeluarkan vonis hukuman mati kepada 17 orang dalam kasus yang sama. Lima orang lainnya dinyatakan akan menjalani penangguhan hukuman mati.
Biasanya vonis ini diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup. Sembilan terpidana telah dieksekusi bulan lalu.
Kerusuhan ini terjadi bulan Juli lalu yang menyebabkan hampir 200 orang tewas. Pemerintah Cina mengatakan sebagian besar korban adalah warga etnik Han yang diserang oleh orang-orang dari etnik Uighur.
Beberapa laporan menyebutkan kelima orang yang divonis hukuman mati adalah orang-orang Uighur.
Masyarakat Uighur termasuk etnik minoritas di Cina dan menyatakan kawasan Xinjiang sebagai tanah air mereka.
Ketegangan etnik pecah 5 Juli lalu ketika orang-orang Uighur di Urumqi menggelar unjuk rasa terkait dengan bentrok di sebuah pabrik di Cina selatan yang menewaskan dua orang Uighur.
Para pengunjukrasa melempari kaca-kaca toko dan membakar kendaraan di jalan-jalan.
Dua hari kemudian aksi warga Uighur ini dibalas oleh warga Han, yang merupakan etnik terbesar di Cina. Keadaan memburuk karena polisi kesulitan memulihkan ketertiban.
Pemerintah Cina mengatakan dalam kerusuhan ini 197 orang tewas sementara 1.700 orang lainnya mengalami luka-luka.





























