Tiga negara lakukan penyelidikan

Seorang warga Nigeria yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok Al Qaida tengah diperiksa setelah mencoba melakukan aksi teror di pesawat yang mendarat di Amerika Serikat.
Para pejabat AS mengatakan pria Nigeria berusia 23 tahun tersebut berupaya menghidupkan alat peledak di dalam pesawat dari Amsterdam yang akan mendarat di bandar udara Detroit.
Pria ini berhasil diringkus oleh beberapa penumpang. Di dalam pesawat terdapat 278 penumpang dan 11 awak kapal.
Beberapa laporan menyebutkan kakinya mengalami luka bakar. Dalam insiden ini tidak ada penumpang lain yang terluka.
Di London, polisi menggeledah rumah yang ditempati pria Nigeria tersebut. Tersangka diyakini pernah berkuliah di salah satu perguruan tinggi di London.
Presiden Barack Obama yang sedang berlibur di Hawaii telah memerintahkan agar pengamanan perjalanan udara ditingkatkan.
Juru bicara Gedung Putih Bill Burton mengatakan presiden mengikuti kasus ini dengan seksama.
Pemerintah Nigeria telah meminta para pejabat keamanan di negara itu untuk menyelidiki insiden ini dan memastikan identitas serta motif tersangka.
Nigeria mengatakan siap bekerjasama sepenuhnya dengan para penyelidik AS.
Nama tersangka belum diumumkan secara resmi, namun media di AS melaporkan ia bernama Abdul Farouk Abdulmutallab atau Umar Farouk Abdulmutallab.
Kobaran api
Insiden ini terjadi di pesawat Northwest Airlines dengan nomor penerbangan 253.
Melinda Dennis, salah seorang penumpang mengatakan dia melihat kaki seorang pria terbakar. Alat pemadam serta air digunakan untuk mematikan api.

Penumpang lain, Syed Jafri, mengatakan dia duduk tiga baris di belakang tersangka dan melihat ada cahaya serta mencium bau asap.
"Setelah itu yang saya tahu terjadi kepanikan," kata Jafri.
Ketika tersangka berhasil diringkus, terdengar teriakan dan seorang penumpang mengaku mendengar kata "Afghanistan".
Penumpang lain yang tidak disebutkan namanya mendengar suara ledakan kecil dan melihat asap serta kobaran api kecil. Tidak lama kemudian pria itu berhasil diringkus.
Tersangka mengaku bertindak atas nama Al Qaida.
Jaringan televisi ABC melaporkan, kepada pihak berwenang tersangka mengatakan memiliki bahan peledak yang diikatkan di kakinya dan menggunakan bahan kimia untuk meramu bubuk yang bisa menyebabkan ledakan.
Sementara itu sumber-sumber intelijen mengatakan kepada kantor berita AP bahwa bahan peledak tersebut berupa campuran bubuk dan cairan.
Seorang anggota Komite Keamanan Dalam Negeri di DPR Amerika Serikat Peter King mengatakan tersangka menderita luka bakar.
Kepada para penyelidik tersangka mengatakan dirinya memiliki hubungan dengan Al Qaida dan mendapatkan bahan peledak di Yaman.





























