Polisi gas air mata demonstran

Aparat keamanan Iran menembakkan gas air mata dan melepaskan tembakan peringatan di tengah bentrok dengan massa demonstran di Tehran, kata anggota oposisi dan situs reformis.
Sejumlah laporan menyebutkan paling tidak satu orang demonstran tewas.
Bentrokan yang dilaporkan berlangsung sementara kubu oposisi menyeru warga agar turun ke jalan-jalan saat peringatan hari warga muslim Syiah, Ashura mencapai puncak.
Massa memekikkan slogan "Khameneni akan tumbang", kata sumber-sumber oposisi.
Khameni yang mereka maksudkan adalah Ayatullah Ali Khameneni, Pemimpin Tertinggi Iran.
Demonstransi berlangsung sporadis beberapa hari ini di beberapa kota di seluruh Iran.
Ratusan polisi dan aparat keamanan dilaporkan digelar di Teheran menjelang unjuk rasa hari Minggu.
Helikopter polisi tampak terbang di atas kawasan tengah Teheran, sementara awan asap hitam membubung ke angkasa, kata beberapa laporan.
Di lapangan, aparat keamanan melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan pengunjukrasa yang mencoba mencapai Lapangan Enghelab di bagian tengah Teheran, kata para saksi mata.
Demonstran berpekik, "Ini bulan darah", dan mendoakan tumbangnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei,kata situs internet oposisi.
Sumber-sumber di kalangan oposisi mengatakan bentrokan sengit telah terjadi, namun demonstran menata barisan mereka lagi dan lebih banyak warga datang ke bagian tengah ibukota.
Sengketa pemilihan
Ketegangan meningkat di Iran sejak ulama pembangkang yang berpengaruh Ayatullah Agung Hoseyn Ali Montazeri meninggal satu pekan lalu pada usia 87 tahun.
Pendukung tokoh oposisi Mir Hossein Mousavi berusaha memanfaatkan perayaan keagaman pekan ini untuk memperlihatkan pembangkangan yang berlanjut terhadap pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Setelah dilarang melancarkan protes, kubu oposisi memilih perayaan yang sangat penting dalam kalender Syiah, Ashura ketika jutaan warga Iran keluar rumah untuk menghadiri upacara dan parade, lapor wartawan BBC di Teheran Jon Leyne.
Perayaan ini meratapi kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad pada abad VII.
Mousavi mendapat suara terbanyak kedua dalam pemilihan presiden bulan Juni, dan kemarahan atas hasil pilpres memicu protes massal di Teheran dan kota-kota lain. Gelombang demonstrasi itu menyebabkan ribuan orang ditahan dan menelan beberapa korban jiwa.
Mousavi menyatakan pilpres yang mengantar Presiden Ahmadinejad ke masa jabatan kedua, curang.





























