Bajak laut Somalia bertengkar

Bajak Laut Somalia bertengkar sehubungan dengan uang tebusan dalam jumlah besar untuk pembebasan kapal tanker pengangkut minyak asal Yunani, seperti disampaikan oleh bajak laut dan pejabat maritim.
Perbedaan pendapat yang terjadi antara dua kelompok bajak laut yang selama ini bersaing, menunjukan kapal Maran Centaurus, belum dilepaskan, menurut kelompok lokal yang memonitor pembajakan.
Jumlah tebusan yang diminta antara US$ 5,5 juta dan US$7 juta diyakini sudah dilemparkan ke geladak kapal tanker.
Kapal Maran Centaurus yang memiliki 28 awak kapal diculik sejak November.
Bersamaan dengan penyerahan uang tebusan Minggu, bajak laut yang berada di kapal tanker dan di perahu motor cepat dilaporkan terlibat perkelahian dan saling menembak.
"Perdebatan terjadi ketika uang tebusan diserahkan," Ahmed Ganey, salah seorang anggota kelompok yang membajak kapal, seperti diberitakan oleh Kantor Berita AFP.
"Beberapa bajak laut berada di kapal sementara yang lain di daratan dan tidak membolehkan setiap orang turun atau naik ke kapal," kata dia.
Tidak ada pemerintahan"Masalahnya sekarang adalah bajak laut yang berada di kapal tidak bisa kembali ke pantai, karena terjadi pertempuran jarak dekat," seperti tertulis dalam pernyataan Ecoterra International, kelompok monitoring perkapalan Somalia yang berbasis di Nairobi.
"Saat ini yang terjadi adalah kebuntuan dan tidak bisa diperkirakan cara pembebasan."
Kapal Maran Centaurus dibajak ketika berlayar di dekat Seychelles di Samudra India, sekitar 1.300 km dari Somalia.
Awak kapal itu berasal dari berbagai negara, 16 dari Filipina, sembilan asal Yunani, dua Ukrainia dan satu orang dari Romania. Kapal tanker itu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak.
Somalia tidak memiliki pemerintahan yang efektif sejak 1991 yang memungkinkan bajak laut beroperasi di kawasan laut lepas tanpa penegakan hukum.
Dalam satu bulan terakhir, bajak laut mulai beroperasi lebih jauh lagi dari pesisir Somalia walaupun tentara internasional mencoba melindungi kapal-kapal dari serangan bajak laut.
Pada November 2008 kapal tanker pengangkut minyak yang lain, Sirius Star, yang juga mengangkut sekitar 2 juta barel minyak menjadi kapal terbesar yang disandera oleh pembajak.
Kapal itu dibebaskan pada Januari setelah membayar uang tebusan sebesar US$ 3 juta.





























