Pengungsi Tamil 'bebas' keluar

Pemerintah Sri Lanka mengatakan orang-orang yang tinggal di perkampungan khusus sejak berakhirnya konflik dengan pemberontak Harimau Tamil, akan diperbolehkan meninggalkan tempat itu bulan depan.
Perkampungan khusus didirikan di Sri Lanka Utara untuk menampung orang-orang Tamil yang mengungsi dari perang saudara yang berakhir Mei lalu dan masih menampung sekitar 130.000 orang.
Seorang pembantu presiden juga memastikan ada janji untuk menutup fasilitas ini.
Sri Lanka mendapat kecaman internasional karena menahan orang-orang di perkampungan itu secara paksa.
Pembantu khusus presiden Mahinda Rajapaksa, yaitu saudara laki-lakinya Basil, mengumumkan hal ini selama kunjungannya akhir November 2009 ke perkampungan pengungsi terbesar, Pertanian Menik.
Berpidato di depan sekelompok pengungsi, dia mengatakan mulai dari 1 Desember tempat-tempat penampungan ini tidak lagi tertutup dan para pengungsi akan bebas mengunjungi kerabat dan sahabat-sahabat mereka.
Dia juga mengulangi kembali janji pemerintah untuk menempatkan kembali para pengungsi akhir bulan Januari nanti.
Tidak boleh keluar
Perkampungan-perkampungan pengungsi ini dibangun secara terburu-buru ketika pihak militer awal tahun ini melumpuhkan perlawanan pemberontak Harimau Tamil yang sudah berlangsung selama 25 tahun.
Para pengungsi itu ditahan di perkampungan sementara diperiksa apakah punya hubungan dengan para pemberontak atau tidak. Sementara itu wilayah Sri Lanka Utara dibersihkan dari ranjau-ranjau darat.
Perkampungan pengungsi yang dikelilingi pagar kawat berduri ini dijalankan oleh militer dan banyak pengungsi mengeluh kondisi kebersihan dan makanan yang buruk.
PBB dan diplomat dari berbagai negara serta lembaga-lembaga bantuan mengeluhkan sistem pemeriksaan yang tidak transparan.
Wartawan BBC di Kolombo Charles Haviland mengatakan pemerintah Sri Lanka cukup menanggapi kecaman ini dan dalam waktu sebulan belakangan mempercepat pembebebasan para pengungsi dari perkampungan-perkampungan itu.
Awal minggu ini, Ketua urusan kemanusiaan PBB, John Holmes membenarkan bahwa lebih dari setengah pengungsi warga Tamil yang ditahan di berbagai perkampungan itu sekarang sudah meninggalkan tempat itu.
Bulan Mei lalu, militer Sri Lanka mengalahkan pemberontak Macan Tamil yang sejak pertengahan tahun 1970-an berjuang memisahkan diri dari negara dengan mayoritas penduduknya etnis Sinhala.





























