Kesepakatan nuklir 'sudah dekat'

Manouchehr Mottaki
Keterangan gambar, Cina dianggap memiliki hubungan cukup erat dengan Iran

Menteri luar negeri Iran mengatakan pihaknya sudah hampir mencapai kesepakatan dengan negara-negara terkuat dunia mengenai program nuklirnya.

Di Jerman, Manouchehr Mottaki menjelaskan kesepakatan untuk mengirim uranium ke luar negeri dan ditukar dengan bahan bakar nuklir dapat tercapai "dalam waktu dekat".

Cina, yang menolak menambah sanksi terhadap Teheran, mengatakan pembicaraan dengan masyarakat internasional sudah mencapai "tahap penting".

Belum ada reaksi terhadap perrnyataan Mottaki dari wakil-wakil negara Barat.

Amerika dan sekutu-sekutunya khawatir Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir.

Iran menekankan program nuklirnya untuk tujuan damai.

Wartawan BBC Jon Leyne mengatakan ada kecurigaan kuat bahwa pernyataan Iran itu merupakan satu lagi upaya baru untuk menghalangi penerapan sanksi-sanksi baru yang diusulkan oleh Amerika.

Mottaki mengeluarkan pernyataan itu setelah dia tiba-tiba memutuskan ikut dalam konferensi para pejabat keamanan internasional di Munchen.

Di depan para hadirin di malam hari dia mengatakan "dasar kondusif" mengenai kesepakatan bahan bakar nuklir sudah dicapai.

"Sesuai kondisi saat ini yang sudah kami capai, saya merasa kita sedang mendekati kesepakatan akhir yang dapat diterima oleh semua pihak," katanya.

"Republik Islam Iran telah menunjukkan keseriusan mengenai untuk mencapainya, dan kami telah menunjukkan keseriusan tinggi," tambah Mottaki.

Manuver diplomatik

Tetapi Mottaki tidak menyebutkan isu utama yaitu kapan kesepakatan diumumkan dan dia menekankan bahwa masalah jumlah bahan bakar yang diterima seharusnya tergantung Iran.

Reaktor nuklir
Keterangan gambar, Iran harus mengirim uranium ke luar negeri untuk diproses

Bulan Januari lalu komunitas diplomatik mengatakan Iran memberitahukan kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bahwa pihaknya tidak menerima syarat-syarat perjanjian yang disepakati oleh Iran, IAEA dan kelompok yang disebut P5+1 - Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Prancis plus Jerman - bulan Oktober lalu.

Sebagai tanggapannya, Amerika, Inggris dan Prancis mendesak agar Iran mendapat sanksi yang lebih berat.

Sebelumnya ketiga negara itu menyebarkan makalah diskusi mengenai kemungkinan langkah yang bisa diambil terhadap Iran.

Langkah itu diambil walaupun belum lama ini Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan negara itu "tidak akan keberatan" mengirim uraniumnya ke luar negeri untuk diproses menjadi bahan bakar, seperti yang disyaratkan oleh kesepakatan bulan Oktober.

Para diplomat Barat menanggapi pernyataan Ahmadinejad itu dengan hati-hati.

Namun Menteri Luar Negeri Cina Yang Jiechi mengatakan dalam konferensi Munchen itu bahwa P5+1 harus tetap bersabar dan terus mengupayakan penyelesaikan diplomatik mengenai masalah ini.

"Pihak-pihak yang terlibat harus - dengan mengingat kepentingan jangan panjang secara keseluruhan - meningkatkan upaya diplomatik, terus bersabar dan menerapkan kebijakan yang lebih longgar, pragmatis dan proaktif," kata Yang.

"Tujuannya adalah untuk mencari penyelesaikan menyeluruh, jangka panjang dan pantas lewat dialog dan perundingan."