Menlu AS ajak Teluk tekan Iran

Hillary Clinton pernah menjadi ibu negara Amerika Serikat
Keterangan gambar, Hillary Clinton pernah menjadi ibu negara Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton tiba di kawasan Teluk untuk menggalang dukungan Arab untuk menerapkan sanksi lebih keras terhadap Iran soal program nuklir.

Di Qatar, Clinton akan menghadiri Forum Dunia Islam-AS dan bertemu Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan yang negaranya menentang sanksi.

Misi tiga hari Clinton juga mencakup kunjungan pertama ke Arab Saudi.

Pemerintah Presiden Barack Obama mempergencar tekanan terhadap Iran dengan melancarkan gerakan diplomatik di Teluk.

Washington menghendaki Dewan Keamanan PBB menerapkan sanksi tahap keempat terhadap Teheran.

Iran mengatakan program nuklirnya bertujuan menghasilkan energi listrik, sehingga bisa mengekspor lebih banyak minyak dan gasnya yang bernilai, tapi Barat mencurigai Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir.

Upaya untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Arab-Israel juga diperkirakan masuk dalam agenda kunjungan Menlu Clinton.

Menlu AS menangguhkan kunjungannya satu hari setelah suaminya, mantan presiden AS Bill Clinton, menjalani perawatan jantung di New York.

Di Qatar, dia akan mengadakan perundingan dengan Perdana Menteri Sheikh Hamad bin Jasim al-Thani.

Dan, di Arab Saudi, Menlu Clinton akan bertemu Raja Abdullah dan Menlu Saudi Pangeran Saud al-Faisal.

Seorang pejabat departemen luar negeri AS yang menyertai Clinton mengatakan Amerika menghendaki Arab Saudi, yang memiliki hubungan dagang yang berkembang dengan Cina, membujuk Beijing agar tidak lagi berkeberatan terhadap sanksi lebih berat dijatuhkan kepada Iran.

Cina, yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, masih menentang sanksi tahap keempat.

Wartawan BBC Kim Ghattas, yang mengikuti kunjungan Clinton, mengatakan Beijing sangat khawatir kehilangan pemasukan besar dari investasi di Iran dan terganggunya pasok minyak dari negara Teluk tersebut.