AS mulai dekati Suriah

Amerika Serikat mengirimkan salah seorang diplomat terkemuka ke Suriah sebagai bagian dari pemulihan hubungan dengan Damaskus.
Kunjungan Wakil Menlu William Burns berlangsung setelah Presiden Barack Obama mencalonkan duta besar pertama untuk Suriah dalam lima tahun ini.
Burns akan bertemu dengan Presiden Bashar Assad dan Menteri Luar Negeri Suriah sebagai bagian dari lawatannya di Timur Tengah.
Pengamat menyebutkan, kunjungan itu bertujuan untuk mengendurkan hubungan Suriah dengan Iran sembari mendorong kesepakatan damai Timur Tengah.
Hubungan Suriah-Amerika Serikat dalam lima tahun belakangan memang dilanda sejumlah masalah.
Namun wartawan BBC Lina Sinjab dari Damaskus melaporkan bahwa jembatan untuk menghubungkan kedua negara perlahan-lahan terbangun.
Tahun 2005, Amerika Serikat menarik duta besarnya menyusul pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri.
Dalam insiden itu Damaskus dituduh sebagai penyebab pembunuhan itu namun Suriah menyangkal tuduhan itu.
Sudah bermasalah
Wartawan BBC menyatakan, hubungan kedua negara sudah bermasalah bahkan sebelum pembunuhan Hariri.
Suriah juga sudah masuk dalam daftar negara sponsor teroris sejak 1979.
Tahun 2004, Kongres AS mengesahkan RUU Akuntabilitas Suriah yang melarang sebagian besar-besar barang Amerika dijual ke Suriah dan menjatuhkan sanksi keuangan.
Wartawan BBC menyebutkan Amerika Serikat masih prihatin dengan dukungan Suriah terhadap kelompok militan Libanon, Hizbullah.
Amerika juga, katanya, menginginkan Damaskus membantu menstabilkan Irak dan mempengaruhi Iran dalam masalah program nuklir.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat bisa mengakhiri sanksi terhadap Suriah dan menekan Israel untuk mengembalikan Dataran Tinggi Golan yang diduduki sejak 1967.
Pengamat menilai penyelesaian masalah Israel-Suriah bisa merupakan dorongan besar bagi kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.





























