Afghanistan kecam serangan udara NATO

Afghanistan mengecam serangan udara NATO di Uruzgan yang menewaskan sedikitnya 27 penduduk sipil.
Serangan udara itu menurut NATO diperlukan untuk menyerang iring-iringan yang diduga para pemberontak yang tengah bersiap melakukan serangan.
Namun kemudian mereka menemukan "sejumlah penduduk tewas dan mengalami luka-luka", termasuk anak-anak dan wanita.
Serangan di propinsi Uruzgan tersebut bukan merupakan bagian dari serangan besar-besaran yang dipimpin oleh NATO di propinsi tetangga, Helmand.
Serangan udara yang menewaskan penduduk sipil di masa lalu merupakan tindakan yang menimbulkan kebencian penduduk atas kehadiran pasukan asing di Afghanistan, dan merupakan hal yang memalukan pasukan NATO.
Laporan awal menyebut bahwa korban yang meninggal adalah 33 orang, namun pernyataan berikutnya menyebut angkanya turun menjadi 27 orang, termasuk empat wanita dan seorang anak-anak.
Sementara itu, sebuah serangan bunuh diri di propinsi Nangahar menewaskan sedikitnya 15 orang termasuk seorang kepala suku yang berpengaruh di Afghanistan, Mohammad Haji Zaman.
Para wartawan mengatakan Zaman adalah mantan pejuang mujahidini, yang memainkan peran penting memerangi Taliban dan Al-Qaida di tahun 2001, namun dicurigai mengijinkan Osama bin Laden untuk melarikan diri ke Pakistan.
Serangan yang bisa dihindari
Pemerintah Afghanistan mengutuk serangan udara hari Minggu tersebut, dengan menyebutnya sebagai "hal yang tidak bisa diterima" dan "halangan besar" guna membantu usaha kontra terorisme.
Kaibinet Afghanistan juga menyerukan kepada NATO untuk "bekerjasama erat dan betul-betul waspada sebelum melakukan operasi militer, sehingga kemungkinan kesalahan yang menimbulkan korban di kalangan penduduk sipil bisa dihindari."
NATO telah melancarkan penyelidikan mengenai serangan tersebut, dan komandan pasukan NATO dan AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal, telah meminta maaf kepada Presiden Hamid Karzai.
Tahun lalu, Jenderal McChrystal menerapkan aturan yang lebih ketat guna mengurangi korban di kalangan penduduk sipil.
Wartawan BBC Chris Morris di Kabul mengatakan tiga kendaraan diserang oleh pasukan NATO di hari Minggu pagi tersebut.
Sebuah pernyataan NATO sebelumnya mengatakan mereka menduga kendaraan itu membawa anggota kelompok Taliban.
Tetapi gubernur propinsi Uruzgan, Sultan Ali mengatakan kepada BBC bahwa semua yang tewas adalah penduduk sipil.
Dia mengatakan serangan udara itu terjadi di daerah yang dikuasai oleh Taliban.

Provinsi Uruzgan adalah basis sekitar 2.000 orang pasukan Belanda sejak tahun 2006. Akhir pekan lalu, kabinet Belanda bubar karena tidak menemukan kesepakatan soal perpanjangan masa tugas tentara Belanda di Afghanistan yang akan usai bulan Agustus mendatang.
Pekan lalu, 12 orang warga sipil tewas dalam Operasi Moshtarak saat roket-roket NATO menghantam sebuah rumah.
Sekitar 15.000 tentara NATO dan Afghanistan terlibat dalam Operasi Moshtarak yang sudah memasuki pekan kedua. Operasi ini adalah yang terbesar sejak penggulingan Taliban tahun 2001.





























