Pemukiman di wilayah pendudukan

Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-Moon mengatakan kepada Israel bahwa semua pemukiman di wilayah yang diduduki ilegal dan harus dihentikan.
Bank Ki-Moon mengatakan setelah pertemuan dengan Perdana Mentri Palestina, Salam Fayyad, di awal kunjungan ke Timur Tengah.
Ban juga akan bertemu dengan para pemimpin Israel, yang sejauh ini menolak untuk menghentikan pembangunan di wilayah pemukiman Yahudi.
Ia mendesak kedua belah pihak untuk memulihkan pembicaraan damai dan menunjukkan ketulusan dan fleksibilitas.
Ia juga mengulangi posisi PBB bahwa Yerusalem harus menjadi ibukota baik bagi Israel dan negara Palestina di masa depan.
Kunjungan pertama Ban Ki-Moon adalah di Ramallah, kawasan pendudukan Tepi Barat dan mengadakan perundingan dengan pemimpin Palestina.
Dalam pertemuan Kuartet di Moskow sehari sebelumnya, Ban mengatakan bahwa empat kelompok yang terdiri dari PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia mengecam keputusan Israel untuk memperluas pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur.
"Karena pencaplokan Yerusalem Timur tidak diakui oleh masyarakat internasional, Kuartet mengecam keputusan pemerintah Israel untuk melanjutkan rencana pembangunan perumahan di Yerusalem Timur," kata Ban.
Ban menegaskan kesepakatan damai Palestina-Israel, termasuk pembentukan negara Palestina, harus dicapai dalam waktu dua tahun.
Diplomasi
Israel telah mengumumkan akan membangun 1.600 unit rumah di daerah Ramat Shlomo, Yerusalem Timur, yang telah diduduki sejak 1967 dan pengumuman ini membuat prihatin berbagai pihak.
Palestina mengatakan rencana ini menjadi hambatan besar dalam perundingan damai.
Utusan khusus Amerika, George Mitchell, juga akan mengadakan kunjungan ke Timur Tengah untuk mendorong perundingan sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke Washington guna mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.
Dalam wawancara dengan BBC, Clinton mengatakan sikap tegas yang ditunjukkan kepada Israel telah membuahkan hasil.
"Saya pikir perundingan bisa digulirkan lagi dan artinya sikap tegas kami membuahkan hasil karena hal itu memang tujuan kami," kata Nyonya Clinton.
Bersamaan dengan upaya diplomasi, Israel melakukan serangan udara dengan sasaran bandar udara Gaza. Menurut sejumlah pejabat Palestina, sedikitnya 11 orang luka-luka.
Israel membenarkan bahwa militer negara itu melakukan serangan rudal di dekat Rafah, Gaza selatan, yang ditujukan kepada kelompok militan.





























