Partai Sarkozy alami kekalahan

Partai kanan tengah UMP pimpinan Nicolas Sarkozy menderita kekalahan besar dalam pemilihan regional di Prancis.
Dengan 97% suara sudah dihitung, kubu Sosialis yang dipimpin aliansi oposisi meraih 52% suara dengan UMP hanya mengumpulkan 35% suara.
Perdana Menteri Francois Fillon mengakui "sukses" kelompok kiri dan diperkirakan akan mengajukan pengunduran dirinya.
Hasil pemilu regional itu menyebabkan UMP hanya menguasai satu dari 22 kawasan Prancis yakni Alsace di bagian timur Prancis.
Pemilu ini merupakan ujian besar terakhir sebelum pemilihan presiden tahun 2012.
"Saya ikut memikul tanggung jawab," kata Fillon.
Dia diperkirakan akan mengajukan pengunduran diri dalam pertemuan dengan Sarkozy hari Senin, kata wartawan BBC Emma Jane Kirby.
Namun Sarkozy kemungkinan tidak menerima pengunduran diri Fillon karena tingkat popularitas presiden berada pada posisi paling rendah.
Pemimpin oposisi Martine Aubry dikutip kantor berita Associated Press mengatakan, hasil itu mengungkapkan sikap rakyat Prancis dalam "penolakan politik presiden dan pemerintah"
Partisipasi rendah
Hasi pemilu yang buruk itu mendorong Sarkozy merencanakan "perombakan sederhana", kata juru bicara pemerintah Claude Gueant kepada harian Katolik La Croix.
Sebuah jajak pendapat menunjukkan 57% orang ingin melihat perubahan pemerintah setelah pemilu regional ini.
Meskipun pemilu ini mengenai masalah-masalah kawasan seperti transportasi umum, tingginya pengangguran dan ketidakpuasan terhadap rencana reformasi beberapa bidang seperti sistem yudisial dan pensiun telah mendorong banyak orang Prancis menggunakan suaranya untuk menghukum pemerintah.
Dalam babak pertama pemungutan suara kurang dari setengah pemilih Prancis tidak mau memberikan suara.
Sikap itu menyebabkan kerugian partai sayap kanan Presiden Sarkozy.
UMP hanya memenangkan seperempat suara sedangkan Sosialis bersama partai sayap kiri meraih 50%.
Wartawan BBC melaporkan, banyak orang marah karena janji-janji Sarkozy untuk membuat rakyat biasa semakin kaya dan membuat Prancis semakin kompetitif telah gagal.
Dengan tiga juta orang menganggur saat ini, Prancis dalam kondisi tingkat pengangguran tertinggi dalam beberapa dasawarsa ini.
Sementara sejumlah reformasi tidak populer telah menyebabkan sejumlah aksi mogok dan aksi protes beberapa bulan ini.
Sarkozy mengusulkan kemungkinan memperlambat reformasi setelah pemilu.





























