Malaysia umumkan reformasi ekonomi

PM Najib Razak
Keterangan gambar, Reformasi ekonomi dikatakan untuk mengurangi sekat-sekat etnik

PM Malaysia Najib Razak mengumumkan paket reformasi ekonomi dengan rencana mengurangi program yang berdasarkan ras.

Dia melukiskan reformasi ini sebagai "transformasi besar" namun seperti dilaporkan kantor berita Reuters kurang rinciannya sehingga mengundang keraguan.

Najib menjelaskan, "Model Ekonomi Baru" akan mereformasi sistem ekonomi berdasarkan ras yang memihak kepada mayoritas suku Melayu selama empat dasa warsa.

Namun para pengkritiknya mengatakan sistem lama itu mengganggu investasi dan meningkatkan korupsi.

Najib dilaporkan tidak merinci langkah-langkah untuk mentransformasikan Malaysia menjadi negara maju pada tahun 2020.

Rencana itu kemungkinan mempengaruhi para pemilih yang 55% diantaranya adalah suku Melayu.

Namun Najib mengatakan, dirinya cukup berani untuk mengadakan perubahan.

"Dalam jangka pendek akan muncul penentangan, namun untuk jangka panjang memperkuat negara kami," tandasnya.

Najib memuji kebijakan berdasarkan ras ini yang memperbaiki banyak orang Melayu menjadi warga yang kaya seperti etnik Cina.

Kebijakan ini dilaksanakan oleh ayahnya Abdul Razak Hussein setelah terjadi kerusuhan tahun 1969.

Meragukan

Selain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Malaysia sehingga mencapai negara "kaya" pada tahun 2020 Najib harus mempertahankan koalisi yang terpecah belah.

Beberapa pengamat politik meragukan Najib mampu melaksanakan kebijakan sosial yang inklusif ketika negeri ini semakin terpecah karena ras dan agama.

Sebagian warga Muslim baru-baru ini memprotes umat Kristen karena menggunakan kata "Allah" untuk Tuhan dan lebih dari puluhan tempat ibadah diserang.

Hukuman cambuk tiga wanita karena berbuat serong berdasarkan hukum Islam membuat tidak nyaman etnik minoritas Cina dan India.

Etnik Cina, India dan minoritas lain merupakan 35 persen dari warga Malaysia.

Ketidakpastian politik di Malaysia sejak pemilu 2008 telah memukul aliran investasi langsung ke Malaysia.

Ekonomi Malaysia juga menurun 1,7% tahun 2009.