Cina kerahkan bantuan besar untuk korban gempa

Penduduk di Yushu, 16 April
Keterangan gambar, Banyak penduduk yang kehilangan tempat tinggal menyusul gempa kuat

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao berjanji untuk membangun kembali kawasan yang dilanda gempa, ditengah upaya para petugas untuk mencari korban selamat.

Wen Jiabao berkunjung ke Yushu, daerah pegunungan Tibet yang merupakan pusat gempa dan berjanji bahwa upaya maksimal akan dilakukan untuk membangun kembali kawasan itu.

Data resmi menyebutkan 791 orang meninggal dan 294 hilang namun penduduk setempat mengatakan jumlah korban jauh lebih banyak.

Lebih dari 11 ribu orang terluka akibat gempa berkekuatan 6,9 pada skala richter itu.

Sekitar 15.000 rumah hancur di Yushu, ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan para korban selamat menunggu bantuan.

Wartawan BBC Damian Grammaticas yang berada di kota terparah Jiegu, mengatakan banyak kuil, toko dan gedung lain hancur.

Ia mengatakan banyak orang berada di luar gedung di tengah cuaca dingin. Banyak juga yang meninggalkan kota dengan membawa barang seadanya.

Peralatan berat telah dikerahkan untuk masuk ke kawasan terpencil setelah melalui perjalanan ratusan kilometer. Makanan, tenda dan peralatan medis juga telah tiba.

Kunjungan ke Indonesia ditunda

Rencana Perdana Mentri Wen Jiabao ke Indonesia, Brunei dan Burma yang sedianya dilakukan tanggal 22-25 April ditunda menyusul gempa kuat itu.

Sementara itu Presiden Hu Jintao mempersingkat kunjungannya dalam pertemuan puncak Brasil, Rusia, India dan Cina di Brasil menyusul gempa.

Hu Jintao juga menunda kunjungan ke Venezuela dan Cile juga ditunda.

Gempa bumi yang terjadi hari Rabu pagi dengan kedalaman gempa 10 km itu, menghancurkan jaringan telepon dan listrik serta memicu tanah longsor dan menutup jalan-jalan utama.

Tantangan besar yang dihadapi para petugas penyelamat di Yushu adalah ketinggian daerah yang mencapai 4.000 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara dingin.

Wen Jiabao yang terbang ke kawasan bencana hari Kamis malam mengunjungi korban hari Jumat.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membangun kembali Yushu baru," kata Wen Jiabao seperti dikutip kantor berita Xinhua.

Seorang wanita etnik Tibet yang menyebut namanya Sonaman mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ia "habis semuanya."

Ia menyusuri jalan-jalan sambil memeluk keponakan yang berusia empat tahun.

Sonaman, 52 mengatakan sambil berurai air mata, ibu, ayah dan adiknya meninggal.

"Rumah saya hancur," katanya. "Semua rata dengan tanah. Keluarga saya kehilangan 10 orang. Kami tidak punya apa-apa lagi. Tidak punya apapun untuk makan."

Di kaki bukit di biara kota Jiegu, para biku Tibet membacakan mantra di hadapan sejumlah jenazah, menurut kantor berita Reuters.

Sejumlah biku membantu penduduk mencari sanak saudara diantara ratusan jenazah.

"Kami telah mengumpulkan sekitar seribu mayat," kata Lopu, seorang biku. "Sebagian kami temukan sendiri, dan sebagian dikirim kepada kami."

Sejumlah warga Tibet mengatakan kepada kantor berita Reuters mereka tidak percaya dengan angka korban yang dikeluarkan pemerintah. Menurut mereka angka korban jauh lebih tinggi.