Korea Utara bantah tenggelamkan kapal

Korea Utara membantah telah menenggelamkan satu kapal perang Korea Selatan di dekat perbatasan maritim yang diperebutkan kedua negara bulan lalu.
"Karena Korea Selatan tidak bisa menemukan penyebab kecelakaan itu, mereka mempergunakan media untuk menuduh kami bertanggungjawab," isi satu pernyataan tertulis Korea Utara yang diterbitkan media pemerintah.
Ini merupakan pernyataan resmi pertama Pyongyang akan insiden yang menewaskan 40 pelaut itu.
Media Korea Selatan menuduh Korea Utara bertanggungjawab, namun pernyataan resmi pemerintah lebih berhati-hati.
Memang ada spekulasi yang beredar di Korea Selatan bahwa kapal angkatan laut negara itu terkena torpedo Korea Utara.
Sebelumnya para pejabat Korea Selatan juga mengisyaratkan bahwa kapal itu bisa saja menabrak satu ranjau tua yang tertinggal dari perang Korea tahun 1950-1953.
Pernyataan resmi Korea Utara yang dimuat oleh kantor berita Pusat Korea menuduh Korea Selatan melakukan "upaya bodoh" untuk menghubungkan insiden itu dengan Pyongyang.
Operasi penarikan kapal
Lima puluh delapan awak kapal selamat namun 46 pelaut tewas dalam insiden yang terjadi tanggal 26 Maret itu.

Para petugas bantuan menemukan 36 jenazah di buritan kapal Cheonan ini.
Dua jenazah ditemukan setelah itu sementara delapan jenazah pelaut masih belum ditemukan.
Bagian haluan kapal ini akan ditarik minggu depan.
Kapal Cheonan kandas di dekat garis yang menandai batas wilayah laut Korea Utara dan Korea Selatan.
Korea Utara masih belum menerima perbatasan laut, yang dikenal dengan nama Garis Batas Utara, itu yang dibuat secara sepihak oleh Amerika Serikat dan Komandi PBB di akhir perang Korea.
Perbatas laut ini sudah beberapa kali menjadi lokasi bentrokan antara angkatan laut kedua negara yang memakan korban jiwa.





























