AS peringatkan Suriah

Seorang pejabat tinggi AS memperingatkan soal konsekusi serius yang muncul bagi Suriah jika klaim negara itu memasok rudal Scud kepada Hizbullah benar.
Asisten Menlu AS Jeffrey Feltman mengatakan "semua opsi akan ada ketika [kami] mengkaji ini''.
Namun, Feltman menolak menyatakan apakah Amerika bisa mengukuhkan pengalihan rudal itu sudah terjadi.
Sebelumnya, perdana menteri Libanon menepis tudingan yang kali pertama dilontarkan oleh Israel.
PM Saad Hariri mengatakan tampaknya ada usaha untuk menemukan dalih untuk melancarkan serangan militer.
"Ancaman bahwa Libanon kini memiliki rudal besar sama dengan yang mereka pernah katakan mengenai senjata pemusnah massal di Irak,'' kata Saad Hariri. ''Israel mencoba mengulangi skenario yang sama untuk Libanon.''
Hezbollah terlibat konflik 34 hari dengan Israel pada tahun 2006. Lebih dari 1.200 warga Lebon, yang kebanyakan warga sipil, terbunuh dalam konflik tersebut. Sebanyak 160 orang Israel, kebanyakan tentara, tewas.
Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri konflik, mencakup embargo senjata terhadap Libanon, kecuali pengalihan persenjata yang mendapat pengesyahan pemerintah Libanon atau PBB.
Ketika Saat berbicara di depan Komite Luar Negeri DPR AS hari Rabu, pejabat tinggi Deplu AS urusan Timur Tengah menyatakan akan mempertimbangkan ''seluruh perlengkapan'' yang tersedia untuk membatalkan pengiriman rudal balistik dari Suriah ke Hizbullah.





























