Obama bela reformasi bank

Barack obama
Keterangan gambar, Presiden Barack obama pernah dikecam anti-pasar bebas

Presiden AS Barack Obama menyerang para pengecam reformasi perbankan dalam pidato yang memperingatkan tanpa perubahan krisis akan terulang.

Praktik-praktik ceroboh dan perusahaan keuangan yang bertindak seperti ''bandit'' tidak boleh dibiarkan beroperasi lagi, kata Obama.

Dia menambahkan reformasi regulasi demi kepentingan sektor keuangan, dan bangkir serta lobi semestinya tidak melawannya.

Obama berbicara kepada bankir dan pakar keuangan di Cooper Union college di New York.

RUU yang mengusulkan regulasi yang lebih ketat akan diperdebatkan di Senat AS pekan depan.

RUU itu disetujui oleh DPR AS bulan Desember.

Ketentuan yang diusulkan mencakup lembaga baru untuk melindungi hak-hak konsumen. Badan perlindungan konsumen akan dibentuk di bank sentral AS, Federal Reserves. Lembaga itu memiliki kewenangan untuk mengatur semua pemberian pinjaman.

Namun, banyak orang di sektor keuangan terkejut dengan perubahan yang diajukan.

Pasar bebas

Obama mengatakan dia tidak menentang kekuatan pasar bebas.

"Namun, pasar bebas tidak pernah berarti izin untuk mendapatkan apa pun yang anda bisa dapat, bagaimana pun cara anda bisa mendapatkan. Itulah yang terjadi terlalu sering dalam tahun-tahun menjelang krisis,'' kata Obama.

"Sebagian orang di Wall Street lupa bahwa di balik setiap dolar yang diperdagangan atau dinaikkan, ada keluarga yang berharap membeli rumah, membayar pendidikan, membuka usaha, atau menabung untuk masa pensiun,'' tambahnya.

"Yang terjadi di sini memiliki dampak nyata di seluruh negara kita,'' ujarnya.

"Perlu sekali kita belajar dari krisis, sehingga kita tidak memastikan diri untuk kembali mengulanginya,'' katanya.

Reformasi keuangan akan menjamin pasar tidak lagi ''beroperasi dalam bayang-bayang ekonomi, yang tidak terlihat regulator dan publik''.

Penyalahgunaan dan ekses merajalela, kata Presiden Obama. kini perlu sekali regulator memiliki kewenangan untuk ''menutup perusahaan-perusahaan ini dengan menekan kerugian sampingan di pihak orang dan perusahaan yang tidak bersalah''.