Kapal Korsel diangkat

cheonan
Keterangan gambar, Kapal Cheonan terbelah dua karena ledakan dari bagian luar

Korea Selatan mengangkat bagian depan kapal perang yang karam bulan lalu di dekat perbatasan dengan Korea Utara yang dipertikaikan.

Ledakan yang belum bisa dijelaskan penyebabnya tersebut membelah dua kapal yang kemudian tenggelam dan menewaskan 46 pelaut.

Para penyelidik telah mengatakan kerusakan diperkirakan karena ledakan dari luar, yang mendukung dugaan keterlibatan Korut.

Korsel berusaha tidak menyalahkan Korea Utara secara langsung dan Pyongyang menyangkal berperan.

Bagian depan Cheonan, kapal seberat 1.200 ton, diangkat dengan menggunakan penggerek raksasa dan ditempatkan pada sebuah kapal untuk ditarik ke pelabuhan angkatan laut agar dapat diperiksa.

Bagian depan kapal ini sudah diangkat dari laut minggu lalu.

Jenazah seorang pelaut yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan di sisa-sisa kapal.

Enam pelaut lain masih dinyatakan hilang.

Lima puluh delapan pelaut diselamatkan setelah ledakan terjadi tanggal 26 Maret.

Serius mencari penyebab karam

Sumber militer yang dikutip kantor berita Korea Selatan Yonhap mengatakan terdapat tambahan bukti bahwa ledakan dari luar pada bagian haluan.

Bagian bawah depan seperti meledak secara diagonal, kata sejumlah sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Jika dua bagian kapal digabungkan, bagian tengah bawah kapal akan berbentuk seperti huruf v terbalik, kata mereka.

Tiang radar dan asap kapal yang berada di bagian tengah kapal dilaporkan juga hilang.

Penyelidik Australia, Amerika Serikat dan Swedia membantu Korea Selatan dalam mencari penyebab karam.

Terjadi peningkatan ketegangan karena Pyongyang menuduh Seoul "secara sengaja mengaitkan" negara itu dengan kapal tenggelam tersebut.

Presiden Korea Selatan Mee Myung-bak berjanji akan berusaha keras mencari jawaban penyebab karam dan meningkatkan kegiatan militer, meskipun dia tidak menuduh Korea Utara.

Kedua negara secara teknis masih dalam keadaan perang karena perang yang berlangsung tahun 1950-53 berakhir tanpa kesepakatan damai.

Terjadi tiga bentrokan di laut pada tempat kapal Cheonan karam, di lepas pantai Barat semenanjung.