Bursa saham Asia rontok

Harga saham di sejumlah pasar saham Asia jatuh ditengah tanda-tanda memburuknya krisis utang Yunani.
Bursa saham Jepang turun sampai 3% pada awal perdagangan, pembukaan perdagangan di Australia dan Korea Selatan turun hingga 2 %.
Pasar saham mulai ambruk setelah Standard and Poor's menurunkan status peringkat utang Yunani sebagai "sampah".
Pimpinan Dana Moneter Internasional IMF akan mendorong pemerintah Jerman untuk menyetujui penyelamatan ekonomi Yunani.
Dominique Strauss-Kahn akan menuju Berlin bersama dengan Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet, untuk mendesak para politisi untuk memberikan bantuan senilai miliaran euro kepada Yunani sebagai "upaya terakhir".
Tidak ada restrukturisasi

Dalam kunjungannya ke Tokyo, Rabu lalu, Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy mengumumkan pertemuan pemimpin negara eropa pada 10 Mei untuk membahas krisis Yunani.
Dia mendesak negosiasi mengenai bantuan "berjalan sesuai jalur" dan "tidak ada pertanyaan tentang restrukturisasi" utang Yunani.
Sementara itu, koran Britain's Financial Times memberitakan Dana Moneter Internasional IMI mempertimbangkan menambah dana talangan dari 10 miliar euro menjadi 25 miliar euro.
Koresponden BBC melaporkan usulan untuk memberikan dana talangan tidak dikenal oleh masyarakat Jerman, yang meragukan langkah itu bisa menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan.
Pemerintah yunani mengakui tak lagi bisa menghasilkan uang dari pasar Internasional.
Hal itu mendorong Uni Eropa dan IMF untuk mengucurkan paket dana talangan sehingga bisa membayar kembali utang selama dua bulan mendatang.
Di Yunani, demonstran mendesak pemerintah untuk menyatakan gagal bayar, sehingga bank asing akan membayar harga dari krisis yang terjadi.
Selasa lalu, harga saham di New York, London, Frankfurt dan Paris merosot sampai 2% setelah Yunani menjadi negara dengan mata uang euro yang status peringkat utangnya menjadi "sampah".
Ketika lembaga pemeringkat menurunkan peringkat kredit suatu negara artinya mereka berpikir, negara itu berisiko bagi investasi.
'Jeratan utang'
Dampak dari krisis meluas ke Asia pada Rabu, ditandai dengan merosotnya bursa saham pada awal perdagangan.
Koresponden melaporkan pasar saham tidak yakin pemerintah zona euro memiliki kemauan politik untuk menghasilkan kesepakatan untuk memberikan dana talangan kepada Yunani, terutama Jerman.
Pada Selasa, Konselor Jerman Angela Merkel mengulangi pernyataan bahwa Yunani harus mengurangi defisit anggaran lebih dulu, sebelum pemerintah Jerman akan mendorong pencairan dana sekitar 45 miliar euro untuk paket penyelamatan.
"Anda harus ekonomis, anda harus bijaksana, anda harus jujur; jika tidak, tak seorang pun akan menolong anda," dia memperingatkan Yunani.
Menteri keuangan Yunani George Papaconstantinou mengatakan penurunan tingkat utang "tidak mencerminkan keadaan ekonomi negara kami, sama halnya dengan situasi keuangan, begitu pula negosiasi yang tengah dilakukan memiliki prospek realistis yang akan sukses dalam beberapa hari mendatang".
"Satu harapan bahwa Eropa berlaku sedikit berbeda. Tiga dan empat bulan yang lalu kami mengatakan mekanisme harus siap dan terperinci, bahwa pasar harus tahu apa yang tengah terjadi. Sayang sekali, untuk sejumlah alasan politik, kami jatuh dalam jeratan," tambah dia.





























