Tumpahan minyak kotori suaka alam

oil
Keterangan gambar, Kepulauan Chandeleur tercemar oleh tumpahan minyak dari anjungan yang meledak

Tumpahan minyak di teluk Meksiko kini mulai memasuki pantai sebuah gugusan pulau di Lousiana, AS yang selama ini dikenal sebagai suaka alam.

Burung pelikan dan burung jenis lainnya ditemukan dalam keadaan diselimuti minyak di kepulauan Chandeleur, yang merupakan bagian dari Konservasi Alam Liar Nasional Breton.

Badan maritim federal mengatakan kepulauan tersebut dipenuhi oleh tumpahan minyak.

'Di semua tempat'

Pada hari Kamis, penjaga pantai AS mengkonfirmasikan tumpahan minyak pertama telah mencapai garis batas perlindungan pantai dan mengotori daratan.

Pulau Freemason, kawasan paling selatan di belakang rangkaian kepulauan Chandeleur, yang dikenal sebagai titik pemancingan, adalah yang pertama terkena polusi minyak meski belum ada bukti tingkat polusi apakah dalam keadaan parah atau tidak.

Tumpahan minyak dalam skala besar lainnya juga telah mencapai garis pantai dan penjaga pantai mengatakan, berdasarkan ramalan cuaca minyak tersebut akan bertahan hingga akhir pekan.

Seorang juru bicara BP mengatakan tim tanggap darurat telah dikirim ke Pulau Freemason untuk memasang alat pelindung guna melindungi kawasan dari kerusakan lebih parah.

"Kami melakukan apapun untuk menjamin tidak ada kerusakan besar terjadi'', kata John Curry kepada kantor berita AFP.

Associated Press juga melaporkan sebuah bahan minyak berwarna merah muda juga telah mencapai kawasan utara pulau New Harbor, kawasan hutan bakau sebagai habitat ribuan burung pergat.

Pelican oilly
Keterangan gambar, Burung pelikan di suaka alam kepulauan Chandeleur terpapar minyak

Dan selanjutnya Badan Kelautan dan Atmosfir Nasional menyatakan minyak telah sampai ke garis pantai kepulauan Chandeleur.

Kawasan ini merupakan Suaka Alam nasional terbesari di AS dan rumah bagi burung-burung yang terancam punah.

Jeff Dauzat, dari Departemen Lingkungan mengatakan sejumlah burung yang diselimuti minyak itu termasuk burung gannet dan pelikan coklat meski belum ada informasi spesies lain yang terkena dampak.

Kekhawatiran juga mengemuka tumpahan minyak akan semakin mempengaruhi kehidupan laut yang sebelumnya juga sudah terkena dampak parah s

"Tumpahan minyak berada disemua tempat'', kata Dustin Chauvin, seorang nelayan dari Terrebonne Parish, kepada AP.

"Ini adalah lahan ikan kami, ini adalah penghidupan kami'', katanya.

'Sangat kompleks'

Sebelumnya para pekerja mulai menyalurkan tumpahan minyak di dasar laut dengan menggunakan pipa saluran raksasa.

Kapal selam kontrol jarak jauh digunakan untuk mengoperasikan alat pembersih seberat 90 ton yang diperkirakan akan mengabiskan waktu sekitar dua hari.

Selama 18 hari minyak terus bocor dan mengalir dari sumur yang berlokasi di sekitar 80km lepas pantai Louisiana, sejak sebuah ledakan menghancurkan Pengeboran Laut terdalam yang dioperasikan oleh Transocean dan disewa oleh BP, bulan lalu.

map oli
Keterangan gambar, Wilayah yang terkena dampak tumpahan minyak

Beragam macam teknologi digunakan beberapa kali di laut dangkal tapi belum pernah digunakan di kawasan laut terdalam dengan tekanan udara yang tinggi.

Ada kemungkinan juga kalau perlengkapan yang digunakan justru akan membuat sumur makin rusa dan kebocoran semakin parah.

Resiko lainnya termasuk pipa bor akan macet karena beku dan sejumlah ledakan ketika memisahkan campuran minyak, gas dan air di permukaan.

Kepala Eksekutif BP Tony Hayward membantah pihaknya lambat bereaksi, dengan mengatakan perusahaannya telah mengerahkan tenaga secepatnya untuk mencegah dampak yang lebih parah.

"Ini adalah operasi militer dan kami menyamakannya dengan sebuah perang di tiga medan tempur, di bawah laut, di lautan dan di pantai'', katanya.

Hayward mengatakan 100 kapal terlibat dalam operasi untuk menyaring minyak dari permukaan laut termasuk 20 kapal penyerang terbesar di dunia.

Ribuan pelindung dari balon udara digunakan sebagai pembatas untuk menjaga tumpahan minyak dan sebuah pasukan udara juga dikerahkan.

Sebelumnya BP menyatakan pihaknya telah menutup lubang terkecil dari tiga titik bocoran minyak.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menggambarkan tumpahan minyak tersebut bencana lingkungan pada skala "yang kemungkinan belum pernah terjadi sebelumnya".

"BP bertanggung jawab atas tumpahan ini. BP akan membayar ongkosnya," katanya.